PemerintahanPeristiwa

Pokja Wartawan Taman Surya Gelar Acara Ngaji Bareng Eri Cahyadi

60
×

Pokja Wartawan Taman Surya Gelar Acara Ngaji Bareng Eri Cahyadi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Bertempat di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Kelompok Kerja Wartawan Taman Surya (Potas) Surabaya menggelar kegiatan “Ngaji Bareng Cak Eri”, menghadirkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan guru ngajinya Eri Cahyadi, yakni H. Moch Asif Chozin.  Senin (17/4/2023).

Eri dalam sambutannya menyatakan kaget guru ngajinya datang. Makanya, begitu datang ia mencium tangan sosok yang mengajarinya ilmu agama mulai ia dari kecil sampai menikah itu.

“Kalau dengan beliau, saya adalah santri. Sampai kapapun, jika bertemu, saya akan mencium tangan beliau,” katanya.

Sedangkan kepada para awak media, Eri menyampaikan dan berharap bahwa jurnalis agar senantiasa memiliki sikap yang santun. Sehingga apa yang disampaikan melalui produk jusrnalistik (berita) akan menjadi amal jariyah yang bisa memberikan berkah bagi umat.

“Jurnalis itu memiliki risiko yang besar jika apa yang disampaikan dalam pemberitaan itu berupa fitnah. Namun jika pemberitaan bermanfaat maka akan menjadi amal jariyah yang penuh berkah,” terangnya.

Sedangkan H Moch Asif Chozin, dalam ceramah agamanya menyampaikan tentang masa di akhir zaman. Ia menjelaskan akan ada suatu masa di akhir zaman bahwa umat akan memisahkan diri dari ulama dan ahli dzikir.

“Jika itu terjadi maka Allah akan menimpakan tiga bala,” ujarnya.

Dua di antara tiga bala itu adalah pertama, Allah akan mengangkat barokah hasil kerja keras yang telah dilakukan manusia. Misalnya, sebelumnya seseorang tidak memiliki banyak harta banyak. Namun ketika hartanya melimpah, di situlah ujian diberikan.

“Misalnya, diuji dengan perilaku anak, istri, teman atau tetangga,” terang Asif Chozin.

“Sekarang sudah banyak orang bertambah harta tapi tidak barokah,” lanjutnya.

Kedua, jika umat sudah terpisah dengan ulama dan ahli dzikir, maka akan muncul pemimpin yang dzolim. Ia menjabarkan ketika pemimpin dekat dengan ulama dan ahli dzikir, maka akan muncul pemimpin yang amanah. Sebaliknya, jika ada pemimpin yang dzolim maka akan muncul kehancuran.

Karena itu, Moch Asif Chozin meminta selama manusia diberi hidup harus berbuat kebaikan. Ia menegaskan bahwa sesuatu yang pasti terjadi pada kehidupan adalah kematian.

“Mati itu pasti. Di mana, kapan dan pas sedang apa, mati itu pasti datang. Maka kita harus mengisi hidup ini dengan kebaikan,” jelasnya.

Kegiatan Ngaji Bareng Cak Eri ini, selain menghadirkan Eri Cahyadi dan H Moch Asif Chozin, juga menampilkan grup Banjari Rijalul Ansor Wonokromo. Selain itu, acara juga diisi tawasul dan tahlil yang dipimpin Gus Kurdi, pimpinan majelis dzikir Taqorub Ilallah.

Di sisi lain, Ketua Potas Surabaya, Robby Julianto mengatakan kegiatan ngaji bareng ini menjadi rangkaian dari program agenda tahunan. Di Ramadan sebelumnya, Potas menggelar bagi takjil dengan menggunakan tas ramah lingkungan.

“Sengaja kami menggelar ngaji bareng ini karena kami ingin momentum akhir Ramadan ini menjadi sarana kita untuk bisa meningkatkan nilai-nilai spiritual,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selain ngaji bareng Wali Kota ini ada agenda lainnya yang telah menjadi program kegiatan tahunan.

“Dalam waktu dekat nanti kita nanti juga menggelar halal bihalal dan beberapa agenda keagamaan yang sudah kami programkan di tahun ini,” pungkasnya. (q cox)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *