Presiden Jokowi Ajak Kepala Daerah dan Masyarakat Tetap Optimis Tetapi Waspada Hadapi Krisis Global

TANGERANG (Suarapubliknews) – Presiden RI Joko Widodo dalam pembukaan Trade Expo Indonesia ke – 37 di Hall Nusantara Indonesia Exhibition (ISE) BSD City, Tangerang, mengajak seluruh masyarakat bersyukur bahwa di tengah krisis global dan resesi, ekonomi negara Indonesia di kuartal kedua masih tumbuh 5,44% Rabu, (19/10).

Menurutnya, Indonesia termasuk negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya. “Termasuk inflasi pada bulan Agustus masih bisa dikendalikan di angka 4,6, serta kuartal II di angka 4,9%. Tapi karena kenaikan BBM kemarin inflasi naik sedikit di angka 5,9% masih bisa kita kendalikan. Tolong nanti dibandingkan inflasi kita dengan negara lain, serta pertumbuhan ekonomi kita dibandingkan dengan negara lain,” urainya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi berterimakasih karena dukungan berbagai pihak termasuk para kepala daerah, neraca perdagangan terus mengalami surplus. Bahkan seperti yang disampaikan Menteri Perdagangan, mulai Januari sampai September surplus mencapai 39,8 miliar US Dollar.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh kepala daerah dan semuanya  tetap optimis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap.

“Silakan negara-negara lain, tetapi negara kita harus tetap optimis namun juga tetap waspada dan hati-hati karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi akan menyebar sampai ke mana imbasnya ke kita seperti apa,” tegasnya.

Bahkan minggu lalu, managing IMF Kristalina mengungkapkan, ada 16 negara sudah menjadi pasiennya IMF. Sedangkan 28 negara antri di depan IMF. Meski begitu, Kristalina mengatakan bahwa indonesia adalah titik terang di antara kesuraman ekonomi dunia. Baginya, pesan itu sangat bagus sehingga kepercayaan global terhadap indonesia akan semakin baik.

“Sekali lagi kita wajib bersyukur karena pertumbuhan ekonomi kita masih di angka 5,44%. Dan saya meyakini di kuartal ketiga kita juga masih tumbuh diatas 5 atau di atas 5,44. Sebab, angka neraca dagang kita bulan lalu masih surplus 5,7, kredit tumbuh 10,7%, indeks kepercayaan konsumen masih di angka 124,7%. Semuanya masih pada kondisi yang baik tetapi sekali lagi dalam kondisi yang sangat sulit seperti ini kerja keras adalah kuncinya,” urainya. (Q cox, tama dini)

Reply