PSBB Jilid III Segera Berakhir, Begini Tanggapan Masyarakat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III di Surabaya Raya bakal segera berakhir pada Senin, (08/06/2020). Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum menentukan apakah PSBB bakal diperpanjang.

Sejumlah warga pun menanggapi penerapan PSBB ini dengan beragam komentar. Banyak warga yang berharap agar PSBB ini tak diperpanjang. Bahkan, ada pula yang menyatakan makin susah jika PSBB ini diperpanjang.

Salah satunya adalah Imam Budi Utomo. Anggota Majelis Tabligh (MT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur berharap PSBB tak diperpanjang hingga berjilid IV atau berjilid-jilid.

“Ini kan sudah ketiga kalinya, maka alangkah baiknya jika PSBB ini tidak diperpanjang lagi,” kata Imam saat dikonfirmasi, Minggu (07/06/2020).

Namun, ketika PSBB ini nanti tak diperpanjang, ia berharap protokol-protokol kesehatan yang telah berjalan tetap dilanjutkan. Salah satunya adalah Satgas Wani Jogo Suroboyo di tingkat RT/RW.

“Maka saya harap PSBB tak diperpanjang, tapi Satgas di RT/RW itu tetap berjalan untuk menekan angka Covid-19 di wilayah masing-masing,” kata dia.

Apalagi, saat ini tren angka kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya terus bertambah. Hal ini tak lepas dari masifnya upaya Pemkot Surabaya dalam menekan penyebaran Covid-19. Di samping itu, adanya dukungan mobil PCR dari BIN (Badan Intelijen Negara) dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Senada dengan Imam, Sukir (42), warga asli Bojonegoro, Jawa Timur yang tinggal di Surabaya ini pun berharap demikian. Sebagai seorang karyawan pabrik, ia mengaku sangat terdampak adanya penerapan PSBB.

“Jam kerja saya dikurangi karena adanya PSBB ini. Jadi ya pendapatan otomatis juga ikut berkurang. Saya berharap PSBB ini tidak diperpanjang lagi,” kata Sukir.

Apalagi, Sukir juga mengaku, jika istrinya tak bisa pulang dari Jakarta karena adanya penerapan PSBB di Surabaya Raya.

“Istri saya sejak bulan November 2019 belum bisa pulang karena Covid-19. Apalagi ada PSBB ini, jadi sampai sekarang belum bisa pulang,” ungkapnya.

Adanya PSBB hingga jilid III rupanya juga berimbas pada ekonomi masyarakat rendah. Seperti yang dialami M Rofik (51). Pemilik warung kopi di kawasan Tenggilis Mejoyo ini menyatakan makin susah jika PSBB diperpanjang.

Pasalnya, ia mengaku, saat ini pendapatannya terus menurun drastis. Ia takut jika PSBB terus diperpanjang, usahanya bisa bangkrut atau gulung tikar.

“Pendapatan saya sekarang menurun drastis, karena sepi pembeli. Makanya saya mohon kepada Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) agar PSBB ini tak diperpanjang,” tutupnya. (q cox, and)

Foto: Posko check point Bundaran Waru Surabaya

Reply