PemerintahanPeristiwa

Rayakan Sister City Surabaya Kochi Jepang ke 25, Balai Kota Tampilkan Festival Remo Yosakoi

55
×

Rayakan Sister City Surabaya Kochi Jepang ke 25, Balai Kota Tampilkan Festival Remo Yosakoi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Dalam rangka merayakan 25 tahun hubungan kerjasama sister city antara Kota Surabaya dengan Kota Kochi Jepang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Pemerintah Kochi Jepang menggelar Festival Remo Yosakoi, di Halaman Balai Budaya Kota Surabaya, Minggu (16/7/2023).

Meski sempat terhenti selama 3 tahun akibat pandemi COVID-19, Festival Remo Yosakoi kali ini semakin meriah. Sebab, selain diikuti oleh pelajar di Kota Pahlawan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk kali pertama ikut menari. Wali Kota Eri menunjukkan kepiawaiannya dalam unjuk seni tari saat didampingi oleh Wali Kota Kochi Jepang Seiya Okazaki.

Wali Kota Eri mengatakan bahwa Festival Remo Yosakoi sangat luar biasa. Dimana, gelaran tampilan seni budaya tersebut telah dilaksanakan sebelum ia menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan. Di sisi lain, melalui Festival Remo Yosakoi, Wali Kota Eri mengaku dapat mempererat hubungan seni dan budaya antara Kota Surabaya dengan Kota Kochi Jepang.

“Karena sudah banyak hal yang sudah kita lakukan, semoga ini menjadi penguat, bagaimana sister city yang kita lakukan dengan salah satunya adalah melalui sinergi antar budaya,” kata Wali Kota Eri.

Sebab, menurutnya, dalam upaya mempererat hubungan kerjasama sister city antara Kota Surabaya dengan Kota Kochi Jepang, tidak cukup dengan saling berkunjung. Melainkan, melakukan kegiatan sinergitas lainnya, seperti pertukaran pelajar hingga pertukaran pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Bagaimana perilaku dan budaya dalam pendidikan di Kochi bisa dirasakan di Surabaya, serta begitu sebaliknya. Di Kochi pun juga ada yang diambil dari Surabaya, bagaimana Remo dan Yosakoi lewat semangat budaya. Sister city sangat luar biasa dan semoga terus berlanjut untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Surabaya dan Kochi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kochi Jepang, Seiya Okazaki menyampaikan bahwa sister city antara Kota Surabaya dan Kota Kochi sebetulnya telah memasuki usia ke-26 tahun. Sebab, dalam perayaan ke-25 tahun, pihaknya tidak bisa mengunjungi Kota Pahlawan akibat pandemi Covid-19. Karenanya, pada kesempatan kali ini, Kota Surabaya dan Kota Kochi Jepang merayakan usia sister city mereka yang ke-25 tahun dengan menggelar Festival Remo Yosakoi.

Meski begitu, ia mengaku sangat senang sekali saat menyaksikan penampilan Festival Remo Yosakoi. Menurutnya, budaya seni tari Yosakoi telah diterima dengan baik oleh masyarakat Kota Surabaya. Bahkan, ia menilai bahwa Yosakoi telah menjadi bagian dari budaya Kota Surabaya.

“Hari ini saya sudah ikut menari Yosakoi bersama dengan Pak Eri, dimana Pak Eri merupakan kali pertama mencoba menari Yosakoi. Tapi Pak Eri sangat menikmati dan merasa senangnya menarikan tarian Yosakoi,” kata Seiya Okazaki.

Tak hanya itu saja, Seiya Okazaki melihat bahwa Wali Kota Eri merupakan pemimpin yang sangat populer di kalangan anak-anak muda di Kota Surabaya. Serta sangat dipercaya oleh banyak masyarakat di Kota Pahlawan. Karenanya, ia berharap sister city antara Kota Surabaya dengan Kota Kochi Jepang dapat terus berlangsung kedepannya.

“Saya harap kerjasama yang telah berlangsung baik dalam waktu yang panjang antara Kota Surabaya dan Kota Kochi bisa terus berjalan dimasa yang akan datang,” pungkasnya. (Q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *