Peristiwa

Razia Preman, Satpol-PP Surabaya Dilempari Batu

25
×

Razia Preman, Satpol-PP Surabaya Dilempari Batu

Sebarkan artikel ini

Satpol-PP kota Surabaya kembali melakukan razia penertiban preman dan yustisi di beberapa titik daerah yang ditengarai menjadi pusat nongkrongnya ratusan pemuda yang tidak membawa identitas diri dan tempat pesta miras.Sabtu (14/4)

SURABAYA (SPNews) – Sebanyak satu pleton setengah atau 45 anggota satpol PP bergerak dari markasnya jalan Jaksa Agung Suprapto Surabaya menuju Taman Bungkul. Taman Bungkul yang selalu ramai pengunjung yang rata-rata pemuda pada sabtu malam minggu terusik oleh kedatangan puluhan petugas yang memeriksa kartu identitas pengunjung  satu persatu. Tampak beberapa pria dan wanita yang tidak dapat menunjukkan identitas diri langsung di gelandang  ke truk yang sudah disediakan petugas.

Selanjutnya operasi bergerak menuju makam Kembang Kuning yang sering digunakan sebagai tempat mabuk-mabukan dan prostitusi kelas bawah. Beberapa pemuda yang bergerombol langsung semburat begitu melihat kendaraan satpol PP meminggirkan kendaraannya. Beberapa pemuda mabuk ditangkap dan langsung dinaikkan ke truk petugas disertai barang bukti beberapa botol minuman keras.

Operasi dilanjutkan ke daerah pertokoan Darmo Park, petugas berhasil mengamankan pengunjung wanita dibawah umur dan puluhan laki-laki dan perempuan yang tidak membawa identitas diri. Sempat terjadi beberapa kali insiden saat operasi berjalan,  insiden pertama pelemparan batu sebesar kepalan tangan kearah petugas satpol PP. Sayangnya petugas tidak berhasil menangkap pelaku pelemparan tersebut.

Insiden yang kedua kaburnya beberapa pemuda yang sudah diamankan kedalam truk satpol PP. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas Satpol PP dan pemuda yang kabur ke arah jalan Mayjen Sungkono yang akhirnya beberapa pemuda yang kabur tersebut berhasil diamankan kembali.

Menurut Joko Wiyono, Kasi Pengawasan Satpol PP Surabaya, sengaja daerah Darmo Park menjadi konsentrasi satpol PP karena daerah tersebut diduga sebagai ajang mesum dan mabuk-mabukan.

“Ditempat ini banyak wanita dibawah umur yang main dan mabuk bersama pemuda-pemuda yang tidak jelas asal usulnya, begitu juga di wilayah ini diduga awal terjadinya tindak kriminal di Surabaya, hingga dini hari ini kami mengamankan lebih kurang 70 pemuda pemudi tanpa identitas dan pemuda pemudi yang mabuk ditempat umum,” imbuh pria berkumis tebal tersebut. (q cox, Bayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *