Risma Terima Gelar Doktor dari Tongmyong University Korsel, Ini Respon Fuad Benardi

BUSAN-KOREA SELATAN (Suarapubliknews) – Fuad Benardi putra sulung Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengaku sangat bangga kepada Ibundanya karena berhasil meraih Doktor Kehormatan dari Tongmyong University Korsel.

“Acaranya tadi dimulai sekira jam 11 siang waktu Korea selatan. Tentunya saya sangat bangga dengan prestasi Ibu yang berhasil menerima gelar doktor dari universitas di luar negeri, karena tidak mudah,” ucap Fuad Benardi kepada media ini, yang sedang mendampingi Risma di Busan, Korea Selatan. Senin (30/9/2019).

Tidak hanya itu, Fuad juga mengaku sangat bangga karena sebelum acara dimulai, sempat dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Kami semua merinding, bahkan membuat kami nyaris menangis,” tandasnya.

Menurut Fuad yang saat ini sedang menempuh pendidikan lanjutan S2 di Surabaya, sebenarnya kampus dan sistem pendidikan di Korea Selatan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia dan Surabaya.

Oleh karenanya, Fuad belum sempat berfikir untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri, atau mengikuti jejak Ibundanya di Tongmyong University Korsel.

“Secara prinsip pendidikannya sama, nggak jauh beda, hanya saja disini memiliki peralatan pelatihan yang lengkap. Bahkan mahasiswa disini bisa berpakaian santai tapi rata-rata memang modis ala milenial,” tuturnya.

Diakhir paparannya, Fuad berharap kebanggaan diri, keluarga dan warga Surabaya terhadap Risma yang berhasil meraih gelar Doktor Kehormatan dari Tongmyong University Korsel, juga bisa menjadi kebanggaan seluruh bangsa.

“Semoga gelar yang diraih Ibu ini membanggakan bangsa Indonesia, khususnya warga Surabaya, karena memang tidak mudah untuk meraihnya. Untuk kedepannya, saya lebih menyerahkan kepada Ibu, karena Ibu lebih tau itu,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa saat yang lalu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat gelar doktor kehormatan di bidang arsitektur dari Tongmyong University, Busan, Korea Selatan. Gelar ini disematkan atas profesionalisme dan dedikasi Risma di bidang arsitektur.

Dalam sambutannya, Risma mengatakan penyematan gelar ini merupakan suatu kehormatan baginya. Selain itu, Risma juga menceritakan dalam kepemimpinannya, dirinya berfokus pada penataan ruang publik. Misalnya saja pembangunan taman, hutan kota, lapangan olahraga, danau dan waduk hingga jalur hijau.

Risma memaparkan salah satu ruang publik yang ditonjolkan Surabaya yakni taman. Karena taman merupakan arena rekreasi yang murah dalam menunjang interaksi warga Surabaya. Risma menyebut, pembangunan taman kota memiliki banyak manfaat.

Data hingga tahun 2018, Risma menyebut Surabaya telah memiliki total 21,94 persen ruang terbuka hijau. Kuantitas ini pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam disertasinya, Risma juga membahas penataan kota dengan hiasan taman umum dan taman di sepanjang tepi sungai. Diakui Risma, dalam melakukan manajemen perkotaan memang cukup kompleks karena melibatkan banyak sektor dan pemangku kepentingan.

“Oleh karena itu, pemerintah perlu memediasi kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan pelestarian nilai sosial-budaya ruang publik,” imbuh Risma.

Di kesempatan yang sama, Risma juga memaparkan keberhasilannyam membangun Surabaya lebih baik. Sejak awal, Risma mengaku ingin mengembangkan Surabaya tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

“Hasilnya, hari ini kita dapat menyaksikan penurunan signifikan area banjir dari 50% menjadi hanya kurang dari 2%, suhu lebih rendah hingga 2 derajat Celcius, penurunan tingkat penyakit, indeks kualitas udara yang lebih baik,” paparnya.

Tak hanya itu, dalam sambutannya, Risma juga berterima kasih dengan seluruh masyarakat Surabaya. Diakui Risma, berbagai penghargaan dan pencapaian keberhasilan membangun Surabaya, juga merupakan kerja keras masyarakat.

“Semua penghargaan nasional dan internasional yang kami terima yang mengakui Surabaya sebagai kota hijau yang berkelanjutan, jelas bukan pencapaian pemerintah saja, tetapi jelas merupakan pencapaian semua warga kota Surabaya,” pungkasnya.

Diketahui, bawah sebelumnya Wali Kota Surabaya dua periode ini juga pernah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari almamaternya, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada 2015. Saat itu, gelar Risma diberikan dari bidang Manajemen Pembangunan Kota di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

Rektor Tongmyong University Presiden Universitas Tongmyong Kagumi Musik Angklung

Alunan musik angklung yang dimainkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggema di Tongmyong University. Persembahan ini dimainkan Risma usai mendapat gelar doktor honoris causa di bidang arsitektur.

Rektor Tongmyong University Presiden Universitas Tongmyong Jeong Hong Sub mengaku kagum dengan aransemen musik yang tercipta dari angklung.

“Ada dua karakter, satu suaranya alam jadi seperti suara angin, suara dari bambu itu sangat alami,” kata Jeong Hong Sub di Tongmyong University Busan, Korea Selatan, Senin (30/9/2019).

Selain itu, Jeong menilai Risma yang memainkan angklung ini dengan para stafnya, memperlihatkan jika Risma merupakan pemimpin yang demokratis dan friendly.

“Kedua, melihatnya Ibu Risma main bersama stafnya di situ bisa terbaca mentalitas Ibu Risma sebagai pemimpin yang sangat demokratik juga sangat friendly, ramah tamah dan sangat memasyarakat,” imbuhnya.

Dalam permainan tersebut, Risma menyanyikan tiga lagu. Pertama lagu bertajuk ‘Surabaya’, ‘Rek Ayo Rek’ hingga Lagu Korea berjudul ‘Arirang’. Jeong mengaku tidak menyangka Risma akan memberinya hadiah lagu tersebut.

“Lagu itu lagu yang paling representatif, hati Ibu Risma begitu dalam begitu menghargai etika masyarakat Korea. Bagus, harmoninya. Kami menghargai cukup banyak itu prakteknya (latihannya),” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Risma juga memberikan kenang-kenangan berupa satu paket angklung kepada Tongmyong University. Selain itu, Risma juga mempersembahkan lukisan bergambar Rektor hingga pemandangan Tongmyong University buatan anak-anak Surabaya. (q cox)

Reply