Sampoerna Tegaskan Komitmen Protokol Kesehatan dan Kinerja di Pabrik Karawang sebagai Sektor Esensial

KARAWANG (Suarapubliknews) – Sampoerna kembali menegaskan komitmen perusahaan kepada prokes dan kinerja sebagai industri berorientasi ekspor. Hal ini ditunjukan saat kunjungan Kementerian Perindustrian di Kawasan Industri Karawang untuk meninjau penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam persiapan transisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level 3

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyampaikan apresiasi atas penerapan protokol kesehatan di Sampoerna. Hal tersebut juga didukung dengan upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh Sampoerna. “Kami mengapresiasi Sampoerna yang telah menjalankan prokes dengan sangat ketat atau bahkan melebihi standar yang berlaku. Terlebih upaya vaksinasi yang dijalankan Sampoerna saya rasa dapat menjadi sinyal yang baik dan patut dijadikan contoh bagi industri lain,” katanya.

Sampoerna berkomitmen untuk senantiasa melakukan upaya-upaya optimal dan kontinu dalam memprioritaskan kesehatan dan keselamatan setiap karyawan, termasuk di fasilitas produksi yang berada di Karawang, Jawa Barat. Sampoerna juga senantiasa menerapkan prokes serta sanitasi yang ketat sesuai dengan arahan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan, sekaligus beradaptasi dengan standar kebiasaan baru dalam menjalankan kegiatan usaha.

Kepala Pabrik Sampoerna, Kurnia Adhi Sulistyawan, menyatakan, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengendalikan situasi pandemi. “Sampoerna mendukung penuh upaya tersebut dan berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku di seluruh fasilitas produksi dan operasional perusahaan,” katanya.

Penerapan prokes di Sampoerna didukung dengan sistem tes, telusur, dan tindak lanjut (3T) yang dijalankan dalam kerja sama dengan laboratorium dan rumah sakit setempat. Fasilitas pabrik pun kini dilengkapi dengan fasilitas untuk melakukan tes usap (swab) antigen dan PCR disertai dengan keberadaan tenaga medis.

Sampoerna juga memberikan berbagai dukungan untuk menjaga kesehatan karyawan antara lain dengan menyediakan paket vitamin atau suplemen sebagaimana direkomendasikan oleh para ahli medis dalam jumlah yang wajar untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, Sampoerna memberikan paket sanitasi seperti hand sanitizer, tisu pembersih basah yang mengandung alkohol (alcohol wipes) dan masker; menyediakan akses ke fasilitas dan akomodasi yang didedikasikan khusus untuk keperluan isolasi mandiri; akses ke penyedia jasa konsultasi kesehatan jarak jauh (teleconsultation) atau perawatan rumah (homecare); dan sebagainya.

Tidak hanya untuk memenuhi permintaan domestik, fasilitas Sampoerna di Karawang juga merupakan industri berorientasi ekspor dan saat ini memenuhi permintaan produk tembakau ke 43 pasar di dunia. Keberhasilan Sampoerna menjaga kinerja ekspor tidak lepas dari kebijakan Kemenperin bagi sektor esensial selama pandemi.

“Terlepas dari tantangan pandemi, kami berterima kasih kepada kebijakan Kementerian Perindustrian dalam menyikapi kegiatan usaha. Untuk itu, kami juga sebagai industri padat karya menerapkan protokol kesehatan sesuai, atau melebihi standar yang berlaku, untuk menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kami,” tambahnya Kurnia.

Tetap terjaganya kinerja ekspor HM Sampoerna juga diapresiasi oleh Plt Dirjen Industri Agro. “Kami menyambut positif upaya pelaku usaha seperti Sampoerna untuk terus menggenjot eskpor dengan tetap menjalankan prokes secara ketat. Kami harap ini dapat diteruskan secara kontinu dan konsisten,” ungkap Putu Juli Ardika.

Kunjungan jajaran Kemenperin juga berketepatan dengan proses vaksinasi Gotong Royong susulan bagi sejumlah karyawan Sampoerna di Fasilitas Karawang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sampoerna untuk memvaksinasi seluruh karyawan langsung dan tidak langsung.

Hingga akhir Juli 2021, Sampoerna telah memvaksinasi lebih dari 42.000 karyawan dan menargetkan untuk dapat memberikan setidaknya dosis pertama vaksin untuk 65.000 karyawan sebelum HUT perusahaan ke-108 pada 27 Agustus.

Perusahaan juga mewajibkan karyawan untuk menggunakan masker ganda, yaitu medis dan kain yang disediakan oleh perusahaan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama berada di area fasilitas produksi. Penyemprotan disinfektan pun dilakukan di lokasi produksi beserta fasilitas umum seperti kantin, toilet, musala, loker, koperasi, mesin ATM, dsb. setiap dua jam sekali.

“Hampir seluruh karyawan Sampoerna di pabrik Karawang telah menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh, melalui program Vaksin Gotong Royong. Kami juga turut berperan aktif mendukung pemerintah mencapai kekebalan komunal seperti dengan menjadikan fasilitas kami sebagai Sentra Vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan di KIIC dan Kawasan Industri Surya Cipta” tutup Kurnia. (q cox, tama dinie)

Reply