Selain Isi 5 Jabatan Kosong, Bupati Sidoarjo Juga Merotasi 5 Pejabat Eselon II

SIDOARJO (Suarapubliknews) –Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor akhirnya mengisi 5 dari 10 posisi jabatan kosong di level eselon 2. Selain itu ia juga merotasi lima pejabat setara lainnya. Pelantikan pejabat baru tersebut dilakukan Kamis (01/09/2022) siang tadi di Pendopo Delta Wibawa.

Para pejabat yang mengisi ruang kosong itu diantaranya Rudi Setiawan. Mantan Camat Waru itu kini menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPM-TPSP).

Sedangkan empat orang lainnya, adalah mereka yang selama ini sudah di-Plt-kan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut. Mereka adalah Dwi Eko Saptono yang didefinitifkan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA).

Lalu Misbahul Munir sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos). Selanjutnya Hari Sucahyono sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo. Dan yang terakhir adalah Chusnul Inayah sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Adapun pejabat lain yang dirotasi antara lain drg. Syaf Satriawarman yang kali ini menempati posisi sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Posisi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang ditinggalkannya diisi Fenny Apridawati. Adapun jabatan lamanya diisi Ainun Amalia, mantan Kepala DP3AKB. Dua pejabat lainnya saling bertukar jabatan. Yakni Widyantoro Basuki kini menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Sidoarjo. Sedangkan jabatan lamanya sebagai Kepala Satpol PP Pemkab Sidoarjo dialihkan pada M. Tjarda.

Dengan adanya pelantikan ini berarti masih ada 5 posisi Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Sidoarjo yang tetap kosong dan diisi Plt. Yakni Sekda, Asisten 2, Kepala Dinas PU Cipta Karya, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Dalam sambutannya usai melantik pejabat baru itu, bupati Sidoarjo menandaskan ia tidak pernah minta uang sepeserpun pada setiap pejabat yang dilantiknya. “Ini boleh dicek. Kalau ada satu rupiah saja, kemudian sampai ada, laporkan!,” tantangnya. (q cox, NH)

Reply