Serahkan Berkas ke KPU, Pasangan Independen Mahyudin-Endro Dikawal 41 Anak Yatim

BATULICIN (Suarapubliknews) – Akhirnya pasangan Bacakada Independen Mahyudin dan Endro Susetya Adi resmi mengantarkan berkas syarat dukungan masyarakat berupa e- KTP ke Kantor Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Bumbu. Minggu (23/2/2020)

Sebelum ke KPU Mahyudin dan pasangannya melaksanakan haul Guru Sekumpul serta pembacaan manaqif Syekh Abdul Qodir Zailani bersama 41 anak yatim bertempat dikediaman Mahyudin.

Selain itu Mahyudin datang ke KPU Tanbu didampingi oleh timnya dengan menggunakan 8 unit mobil dan disambut oleh Ketua KPU dan seluruh jajarannya.

Sebelum masuk ke keruangan KPU tim Mahyudin menyusun 10 peti yang berisi berkas syarat foto coppy e KTP sebagai bukti dukungan kepadanya, selanjutnya disusul 41 anak yatim melantunkan beberapa syair maulid habsy, setelah itu timnya masuk keruang KPU sekaligus membawa masuk 10 peti berkas syarat e – KTP ke ruangan KPU.

Ada yang menjadi perhatian tim pewarta maupun petugas KPU yakni ketidak hadiran Balon Wakil Bupati, ketika ditanyanyakan kepada Mahyudin katanya sudah dalam perjalanan menuju ke KPU

“Iya Pak Endro sudah menuju kesini, KPU (red),” ujar Mahyudin.

Tidak berapa lama akhirnya sang Balon Wakil Bupati datang juga dan langsung disambut oleh ketua KPU Tanbu Makhruri, SE.

Ketua KPU dalam sambutanya menyampaikan bahwa dia mengerti betul bahwa betapa besar perjuangan Tim Mahyudin didalam mendapatkan syarat dukungan berupa e-KTP. Walaupun demikian akhirnya tim Mahyudin berhasil mengumpulkan sekitar 30.500 e-KTP.

“Ini sebuah perjuangan yang luar biasa dari Tim Mahyudin dan Endro, betapa tidak, dalam suasana kegembiraan tiba – tiba ada berita bahwa jumlah e -KTP milik kedua calon sempat di hacker atau terjadi eror disaat pengimputan data, tim Mila Karmila kehilangan 16 ribu e-KTP dan tim Mahyudin kehilangan sekirar 17 ribu, namun alhamdullillah berkat kesabaran kedua balon ini akhirnya jumlah e-KTP mereka kembali ke posisi semula”beber Makhruri.

Sementara itu Mahyudin mengatakan bahwa perjuangannya mengumpulkan foto coppy e-KTP sebagai syarat dukungan sesuai Undang -undang, mereka peroleh dengan gratis alias tidak menggunakan duit, atau nyogok.

“Kami ingin benar – benar murni berjuang, karena kami tidak ingin ketika menjadi pemimpin harus dibebani ngembalikan modal akibat bermain curang alias nyogok, oleh sebab itu kami berkomitmen untuk tidak bermain curang yang akhirnya merepotkan diri sendiri”sebut Mahyudin

“Karena terus terang niat kami adalah ibadah, niat kami Lillahi ta’ala membangun Tanah Bumbu menjadi lebih baik,” tutupnya

(q cox, Imran)

Reply