Tak Kunjung Direalisasikan Haknya, Ratusan Petani Sawit Adukan PT LSI ke DPRD Tanbu

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) – Ratusan petani plasma dari dua wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Kusan Hilir dan Kecamatan Kusan Hulu, mengadu ke DPRD Tanah Bumbu soal keluh kesahnya selama bekerja sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Ladang Rumput Sumber Abadi (LSI)

Salahsatu perwakilan bernama Mukhlis, mengatakan jika warga petani menuntut haknya sebagai petani berupa pembagian hasil sebesar 72 % hak, karena hak perusahan hanya 28 % hak perusahaan, dari lahan seluas 220 hektar, yang idealnya seluas 767 hektar.

Menurut dia, beberapa kali pertemuan telah digealr namun tidak pernah membawa hasil, padahal dalam kurun waktu 6 tahun (2013-2019) pihak perusahaan belum pernah mencairkan dana masyarakat dengan alasan macam – macam

Mewakili warga petani lainnya, Mukhlis berharap para wakil rakyat warga Tanah Bumbu bisa membantu sekaligus dapat memberikan solusi, agar PT LSI segera mencairkan hak-hak warga petani.

“Selama enam tahun kami menunggu pencairan dari Perusahaan, kami sudah bekerja maksimal bahkan hasil buah kelapa sawit sengaja kami bawa kesini agar anggota dewan melihat bukti hasil kerja keras kami,” ungkap Mukhlis warga asal Lasung ini. Kamis (17/01/2019)

Dia menegaskan jika warga petani sudah berusaha maksimal untuk memenuhi permintaan perusahaan yang dianggapnya sebagai kekurangan, namun masih ada kesan untuk menghindar dari pembayaran dengan berbagai alasan.

“Padahal menurut informasi yang kami terima bahwa pada Oktober 2017 pihak perusahaan dalam hal ini Pt. LSI diduga telah memasukan kelapa sawit dengan Pt. BAS sebanyak 6000 ton, hanya saja dananya belum bisa diambil karena itu dana masyarakat,” tutur Mukhlis yang mengaku mendapatkan informasi dari pihak perusahaan.

Tapi, lanjut Mukhlis, berkaitan dengan dana yang senilai 1 milyar lebih yang dicairkan oleh pihak perusahaan LSI di PT. ACL mulai 1 Agustus hingga 30 Agustus diduga sudah diambil oleh pihak perusahaan, itu dananya dikemanakan? itu sudah kami sampaikan tadi diforum dewan, tapi tidak ditanggapi juga oleh pihak perusahaan. (q cox, Imran)

Berikut cuplikan videonya:

Reply