The Great Story Of The Infinite Drawing Digelar Di Jayanata Beauty Plaza

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kerusakan lingkungan yang terjadi seriring perkembangan jaman mendapat perhatian banyak pihak. Diantaranya para seniman yang mengekspresikannya dalam berbagai bentuk.

Salah satunya seniman asal Prancis, Elly Oldman yang berawal dari kecelakaan yang dialaminya pada 2017, Elly mengisi waktunya dengan menggoreskan pensilnya ke tablet digital yang setia menemani selama berada di kamar. Hasilnya, adalah rangkaian gambar dengan dominan warna biru yang kemudian diunggah ke akun Instagram-nya.

Direktur Institut Francais Indonesia Sandra Vivier menceritakan karya seniman ini disebut sebagai gambar tanpa akhir. Karena goresan-goresan penuh pesan lingkungan itu terus dia lakukan secara berkelanjutan hingga kini.

Berkat ‘ide gila’ itu pula Elly kemudian punya kesempatan berkeliling Prancis dan berbagai negara. Sebagai rangkaian kegiatan keliling dunia ini, penikmat seni Indonesia berkesempatan menyaksikan langsung karya Elly lewat hamparan gambar berukuran 2,37×5,06 meter.

“Sebeumnya pameran ini berlangsung di dari Bandung, Jakarta, Medan, dan Yogyakarta hingga sekarang digelar di Snow White Ballroom Jayanata Beauty Plaza di Jl Mawar Surabaya,” ceritanya.

Gambar Elly berupa ‘potongan puzzle’ raksasa yang dipadukan dengan teknologi augmented reality (AR) sehingga bisa interaktif dengan pemirsanya. Karya Elly dalam format video animasi ini bisa disaksikan dengan scan melalui aplikasi The Infinite Drawing/Dessin sans fin yang dapat diunduh gratis di perangkat Android/iOS.

Konsul Kehormatan Prancis di Surabaya Hans Jayanata mengatakan pihaknya sangat mendukung digelarnya pameran ini. karena menurutnya isu lingkungan yang ditampilkan dengan cara berbeda tentunya akan lebih mendapat perhatian.

“Jayanata sendiri sangat mensupport kegiatan yang dapat membantu mengatasi permasalahan lingkungan, disini kamipun sudah menerapkan no plastic sebagai dukungan terhadap Pemkot Surabaya dan kedepannya kami juga sudah mulai paperless,” katanya. (Q cox, tama dini)

Reply