The Unfair Fairytale Debut Desainer Berbakat Lidya Sentanu

SURABAYA (Suarapubliknews) – Lobby kanan Hotel JW Marriot dipenuhi oleh wanita wanita cantik yang memakai busana yang terkesan elegan, unik dan glamour dengan warna warna cerah. Menyambut Hari Ibu 2021,  desainer muda berbakat asal Tulangan Sidoarjo, Lidya Sentanu menggelar Mini Fashion Show dengan judul The Unfair Fairytale.

Desainer Senior Surabaya Embran Nawawi mengatakan Lidya Sentanu adalah salah satu kuda hitam dalam dunia fashion jawa timur dan dibawah bimbingannya selama 1 tahun terakhir. “Lidya mempunyai kelebihan yang tak dimiliki oleh desainer muda berbakat lainnya, yaitu kemampuannya memahami dan mempelajari fashion. Tanpa pernah sekalipun mengenyam pendidikan di sekolah fashion design, Ia bisa menterjemahkan seluruh panduan dan arahan saya,” katanya.

Pada debut pagelaran fashionnya kali ini dikonsep secara apik oleh INCREA Communication berkolaborasi dengan INTUISI Creative Agency, Lidya mengkomunikasikan pandangannya akan peran ibu dalam kiprah seorang wanita di masa kini. Yang Dikemas dalam karya desain yang elegan , unik dan glamour  serta pilihan warna kain yang didominasi warna cerah. Ini menjadikan desain seorang Lidya Sentanu menjadi salah satu rancangan desain yang mampu menarik segmen tersendiri di kalangan penikmat fashion.

Dengan tangan dingin Embran Nawawi dan kemauan untuk terus maju dan belajar. “Lidya membuktikan tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan impian sebagai fashion designer disela sela kesibukannya sebagai seorang perempuan mandiri dan kreatif yang mempunyai kompetensi di berbagai bidang,” lanjut Embrn.

Selain mempunyai ketertarikan besar di dunia fashion , Lidya adalah seorang wanita yang telah lama berkecimpung di dunia entertainmen sejak usia belia. Mulai meniti karir sebagai penyiar radio di salah satu radio terkemuka di surabaya, mc di berbagai acara, hingga saat ini fokus menjalankan 2 perusahaan bersama sahabat baiknya, Iska Ningrum Ristanti di bidang consulting dan kreatif agency, yaitu INTUISI Consulting agency dan INTUISI creative agency

Lidya Sentanu menceritakan awal mula perjalanan kariernya di dunia fashion adalah  saat menerima kado mesin jahit dari sang ibu di hari ulang tahunnya. Masa pandemi yang sempat membuatnya banyak beraktifitas dirumag, membuatnya mempunyai banyak kesempatan untuk mengembangkan kreatifitasnya di dunia fashion. “Dengan bimbingan senior saya, mas Embran Nawawi yang saat itu diperkenalkan oleh sahabat saya Nanda Rizki Amelia yang juga Founder dari INCREA Communication, saya mengukuhkan niatnya untuk terjun lebih dalam kedunia fashion,” ceritanya.

Melalui karya karyanya Lidya Sentanu ingin mengkomunikasikan pandangannya tentang perjuangan para ibu di masa kini. Dimana menjadi seorang ibu  di mata Lidya adalah sebuah kisah dongeng yang sepertinya teelihat indah di sebagian sisi namun sesungguhnya juga penuh dengan ironi. Dimana banyak sekali ibu yang terkungkung dalam stigma tidak adil di masyarakat.

Yang membuat mereka seakan hidup dalam kisah sedih dalam dongeng. “Saya ingin menampilkan bahwa seorang wanitaa tak perlu harus sempurna terlihat di mata khalayak agar terlihat cantik namun cukup menjadi dirinya sendiri dan menampilkan emosi yang sejujurnya demi kebahagiaannya. Ini semua tergambar dengan desain baju serta aksessori yang terkesan elegan glamour, unik dan ekstentrik sekaligus menampilkan sisi terbaik dari kecantikan si pemakai busana,” terang Lidya.

Pada hakikatnta The Unfari Fairy tale ini akan menjadi acara pembuka dari rangkaian acara acara selanutnya yang digagas oleh INCREA Communicatiom dan INTUISI creative agency yang berkomitmen akan rutin menggelar event di bidang fashion yang mempunyai konsep unik dan bisa menjadi tolak ukur baru di dunia penyelenggaraan kegiatan  kreatif. (q cox, tama dinie)

Reply