Tingkatkan Kerjasama Melalui Indonesia Japan Business Network

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Indonesia Japan Business Network (IJB-Net), organisasi yang didukung diaspora Indonesia di Jepang, meresmikan DPD Jatim untuk membantu pengembangan dan promosi produk-produk unggulan Jatim.

Ketua Umum IJB-Net, Dr. Suyoto Rais mengatakan, dari Jepang, utamanya akan mempromosikan teknologi aplikatif yang diperlukan di Indonesia untuk mengembangkan industri dalam negeri.

“Sementara dari Indonesia, utamanya akan mempromosikan SDA dan SDM yang telah diberi nilai tambah agar bisa diterima di pasar Jepang,” katanya.

Usai peresmian akan direncanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IJB-Net dengan Pemda Jatim. Ada tiga besar yang nantinya akan dikerjasamakan diantaranya pengembangan SDM yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing industri.

“IJB-Net telah menyiapkan beberapa usulan proyek atau aktivitas hasil kolaborasi Indonesia-Jepang yang bisa segera diaplikasikan di Jatim untuk membantu meningkatkan ekonomi IKM, UKM, dan masyarakat lainnya,” lanjut Suyoto.

Kemudian, pengembangan dan promosi produk-produl unggulan Jatim. Serta, pengembangan wilayah dan energi. Dari ketiga tema besar ini, akan dikerucutkan menjadi proyek-proyek yang digodok sebelumnya di working group yang melibatkan para pakar dan praktisi di kedua negara.

Perwakilan Menteri Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan ada 5 industri yang berpengaruh untuk siap menghadapi ekonomi digital yakni industri makanan dan minuman (mamin), industri tekstil dan alas kaki, industri kimia, industri komponen otomotif, dan industri elektronik.

“Kelima industri ini menyumbang 70 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB) kita,. Dan kelima indutri itu berada di Jatim. Hal ini berdasarkan dari kontribusi industri di Jatim pada triwulan-II pada 2018 mencapai 30 persen terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim,” tambahnya.

Ketua IJB-Net DPD Jatim, Ridwan Sumadi menambahkan, di Jatim sudah disiapkan beberapa program untuk membantu dan mengakomodir. Di antaranya pelatihan ekspor, budidaya sidat, krisan dan komoditas lain yang diperlukan Jepang.

“Selain itu juga, program adopsi teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk Indonesia, termasuk bantuan promosi dengan mendirikan Rumah Jatim di Jepang dan portal ekspor,” tandasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply