UMKM Masuk Hotel, Royal Regantris Cendana Bantu Perluas Pasar dan Perkuat Branding

SURABAYA (Suarapubliknews) – Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor ekonomi yang mampu bertahan dan bertumbuh selama pandemi Covid-19 yang melanda Inonesia sejak Maret 2020. Tak heran jika sektor ini mendapat perhatian penuh dari pemerintah dan swasta.

Salah satunya dilakukan oleh Royal Regantris Hospitality yang mendatangani kesepakatan dengan Pemerintah Kota Surabaya yang diwakili oleh Kecamatan Tegalsari, dimana salam MOU ini dua brand hotel RRH yaitu Hotel Royal Regantris Cendana dan Regantris Hotel akan membantu memasarkan produk – produk UMKM khususnya dari Kecamatan Tegalsari.

COO Royal Regantris Hospitality, Rudy Hermawan mengatakan pihanya sangat berterima kasih kepada Camat Tegalsari atas dukungannya, dimana dua hotel RRH berdiri di wilayah Kecamatan Tegalsari. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak tumbuh bersama antara RRH dengan UMKM yang ada di Surabaya.

“Nantinya, di lobi hotel akan ada produk-produk UMKM seperti produk fashion, snack, souvenir dan lainnya. Tak hanya itu kami juga akan membuka lebar kerjasama, salah satu contohnya yang selama ini sudah dilakukan dengan pedagang kikil yang paling enak di Surabaya, dimana menu andalan kikil kami ambil dari mereka. Kalau habis ya sold out,” ungkapnya.

Target kerjasama dengan UMKM yang ingin dikembangkan di RRH bukan banyak pihak hotel mampu menjual barang UMKM, tapi lebih kepada mengenalkan brandingnya. “Saat orang di lobi melihat brand UMKM, mereka tahu dan akan mencarinya. Jadi efek brandingnya yang besar,” jelas Rudi.

Selain itu dalam rangka ikut memberdayakan UMKM, RRH akan membuat video atau gambar yang nantinya akan dipasang di lobbi hotel, di kamar atau ditayangkan di TV. Dengan begitu, tamu akan melihat informasi tersebut.

“Setiap tamu yang datang, mereka pasti ingin cari masakan lokal. Makanya untuk bisnis kuliner khas daerah sangat menjanjikan. Jika ada tamu dari luar kota yang membawa keluarganya, jika ayahnya sedang rapat ibu dan anak-anaknya biasanya ingin ke luar hotel. Tempat yang ingin dituju adalah kuliner khas daerah dan tempat souvenir,” lanjutnya.

Camat Tegalsari, Kota Surabaya, Buyung Hidayat Rahman mengaku, mendapat amanah dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, untuk menjadi marketing bagi UMKM. Kerjasama antara Pemkot Surabaya dengan Royal Regantris Hospitility, adalah wujud nyata dari perintah Wali Kota Surabaya tersebut.

“Kamilah yang seharusnya mengucapkan terima kasih kepada Royal Regantris Hospitility, yang telah memberikan kesempatan kepada UMKM kami untuk berkembang bersama. Di wilayah Kecamatan Tegalsari, RRH jadi pioner. Semoga di hotel-hotel lain juga mengikuti. Kami sangat sepakat untuk bersama-sama membangun kembali perekonomian pasca pandemi ini,” katanya.

Di Kecamatan Tegalsari, ada total 80 UMKM yang terdaftar resmi. Namun yang tidak terdaftar ada ratusan bahkan ribuan UMKM dan memang memerlukan bantuan pengembangan kualitas serta kapasitasnya.

Lurah Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Setia Kustanto menambahkan, di Kelurahan Tegalsari ada banyak produk UMKM. Salah satu yang sudah masuk Hotel Royal Regantris Cendana adalah produk batik Jumput. Batik ini memang pemasarannya sudah sangat pesat hingga ke Bandung dan Jakarta.

“Kami berharap ketika Hotel Royal Regantris Cendana dan Regantris Hotel ada acara, bisa mengambil jajanan basah yang ada di Kampung Malang. Untuk harga lebih murah dibanding ambil di pasar. Saat pandemi pelaku usaha jajanan pasar ini juga tertatih-tatih namun mereka tetap bertahan, karena itu memang mata pencaharian,” katanya.

Saat ini, sudah ada beberapa produk UMKM yang di display, seperti di Hotel Royal Regantris Cendana dan Regantris Hotel di Surabaya. Yakni produk batik dan dan makanan camilan khas Surabaya yang sudah di kemas sangat menarik. (Q cox, tama dini)

Reply