Wagub Emil Optimis Pre-Event Kapnas SKK Migas Se-Jabanusa Tingkatkan Potensi Pelaku Usaha dan Industri di Jatim

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak optimis melalui forum Pre-Event Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ini bisa menjadi pendongkrak untuk meningkatkan potensi-potensi pelaku usaha dan industru dari hulu hingga hilir di lingkungan SKK Migas Jawa Timur.

Optimisime ini senada dengan dengan tema yang diusung, yakni ‘Pengembangan Kapasitas Daerah di Wilayah Jawa Timur’. “Forum hari ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan menyiapkan kapasitas untuk bisa menyambut peluang-peluang yang disiapkan oleh SK Migas dan kontraktor-kontraktor Migas. Selanjutnya diharapkan pula bisa mengulitisasi produk-produk, jasa-jasa yang ada di dalam negeri khususnya di wilayah Jawa Timur,” katanya saat menghadiri pembukaan acara Selasa (17/5).

Wagub Emil melanjutkan, melalui pertemuan yang juga dihadiri oleh seluruh kontraktor kerja sama wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa ) ini, bisa dijadikan kesempatan bagi para pelaku usaha di Jatim untuk meningkatkan integritas dan kompetensi masing-masing. “Kita juga ingin agar pelaku usaha di Jawa Timur memiliki integritas, bisa dipercaya dan amanah,” ujarnya.

Kaitannya kompetensi, Wagub Emil secara khusus berharap ada keberpihakan yang akuntabel dan tidak melanggar aturan. Forum tersebut harusnya bisa menjembatani komunikasi perusahaan daerah dengan mitranya, sehingga bisa kemudian membangun pengalaman, kompetensi dan kapasitas perusahaan Migas di Jawa Timur.

Terlebih, dengan adanya rencana peningkatan kapasitas produksi nasional sebesar 40%, Wagub Emil optimis akan efek positifnya bagi Jawa Timur. Semakin meningkatnya aktivitas, semakin meningkat pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur. Utamanya yang terpenting adalah dampak ekonomi, yaitu para pelaku industri yang berada di bawah naungan SKK Migas.

“Potensi peningkatan kapasitas produkai migas dari 700 ribu menjadi 1 juta barel se-Indonesia. Ini harus sudah diantisipasi sejak sekarang. Kami berharap adanya Multiplier Effect dari sumber daya alam di bumi Majapahit ini bisa mensejahterakan masyarakat Jawa Timur dengan diberdayakannya, baik itu usaha maupun tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Deputi Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Nurwahidi serta puluhan pelaku usaha dan industri yang menjadi mitra SKK Migas se-Jabanusa. (Q cox, tama dinie)

Reply