Wakil Ketua TKBM ‘Karya Bersama’ sebut Korban yang Hilang Diduga Terjatuh ke Laut

Buruh TKBM “Karya Bersama” Pelabuhan Kab. Tanah Bumbu Diduga Jatuh Kelaut

BATULICIN (Suarapubliknews) – Seorang pemuda yang bekerja di Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) “Karya Bersama” Pelabuhan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan diduga jatuh kelaut pada hari Sabtu (11/07/2020) dini hari.

Waktu itu Imam Syafi’i Bin Bardi Al Kaf (39) atau yang biasa dipanggil Imam sekitar pukul 05.00 wit Subuh masih sempat melaksanakan tugasnya sebagai seorang tukang masak (Koki), bahkan sempat membuat kopi untuknya juga Hamox atau tempat tidur gantung masih tergantung dimana dia tidur.

Selanjutnya sekitar pukul 07.00 Wit rekan kerjanya yang bernama Seman saudara Ipar Imam mencarinya namun tidak menemukannya. Lalu ditanya kepada teman – temannya namun tidak ada yang mengetahui, akhirnya gegerlah semua teman-temannya yang bekerja dikapal tersebut dan dicarilah ke seluruh sudut kapal namun juga tidak ditemukan.

Demikian disampaikan Supandi (Andi) Wakil Ketua TKBM “Karya Bersama” Pelabuhan Tanbu saat dikonfirmasi pada Selasa (14/07/2020).

“Setelah kami mengetahui Imam hilang maka kami langsung perintahkan semua teman – temannya untuk melakukan pencarian, semua sudut kapal atas bawah, depan belakang lambung kapal bahkan sampai kelaut dilakukan pencarian namun juga kami tidak menemukannya, sehingga timbul dugaan bahwa kemungkinan Imam jatuh kelaut” ungkap Andi alias Supandi.

Setelah 1 x 24 dilakukan pencarian namun juga tidak ditemukan maka pihaknya meminta bantuan kepada Tim Basarnas untuk melakukan pencarian terhadap Imam. “Karena sudah berjalan 1 hari dan juga belum ditemukan maka kami meminta bantuan kepada Tim Basarnas”jelas Andi.

Setelah menerima laporan tersebut Tim Basarnas langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) didampingi anggota TNI dan Polisi Airud melakukan pencarian, namun sampai hari ini Selasa (14/07/2020) belum juga menemukan titik terang dimana keberadaan Imam.

Ketua TKBM Safaruddin hanya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sesuai presedur.

“Kami telah melakukan pencarian dan kemudian meminta bantuan Tim Basarnas kemudian kami juga telah mempersiapkan klem ke Asuransi Tenaga Kerja (BPJS) apabila terjadi hal yang tidak diinginkan”sebutnya.

Ketika disinggung apakah Imam memiliki musuh ditempat kerja dengan tegas Safaruddin mengatakan tidak ada.

“Pekerja kami semuanya rukun dan tidak ada permusuhan” tandasnya.

Imam adalah putra dari seorang mantan Polisi yang berpangkat AKP, atau lengkapnya AKP. Bardi Al Kaf (Alm), Kedua orang tuanya sudah almarhum. Imam adalah anak paling bungsu dari 6 bersaudara dan memiliki seorang Istri dan seorang putra berumur sekitar 3 tahun, tempat tinggalnya di Lapangan 5 Oktober Desa Bersujud Kecamatan Simpang Kab. Tanbu.

Hilangnya Imam masih menjadi teka teki. Karena tidak ada saksi yang melihat kemana Imam menghilang. Keras dugaan Imam jatuh kelaut dan sampai saat ini Tim Gabungan Basarnas, TNI A L dan Polisi Airud masih berusaha melakukan pencarian. Semoga berhasil.

Pihak keluarga juga telah meminta tolong dengan orang pintar atau Guru yang ahli kasyaf, katanya Imam masih hidup dan berpegang disuatu benda dan mudah – mudahan umur panjang.

“Orangnya masih hidup dan berpegang disuatu benda dan mudah – mudahan umur panjang”kata Abah Guru.

Keluarganya sangat berharap agar Imam dapat ditemukan, walaupun dalam kondisi apapun. (q cox, Imran)

Foto korban yang belum ditemukan

Reply