Aksi Bonek Persebaya 27 Tak Mampu Hadang Kongres PSSI

Meski di warnai aksi demo ribuan masa Bonek pendukung Persebaya 27, namun Kongres Tahunan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berlangsung di Hotel Shangrila Surabaya berhasil mengeluarkan sejumlah keputusan, antara lain tentang program kerja dan penataan organisasi.

SURABAYA (SPNews) – Ribuan bonek pendukung fanatik Persebaya 27 sempat melakukan aksi unjuk rasa dengan tujuan untuk bertemu ketua umum PSSI Arifin Djohar terkait dualisme klub yang selama ini berjalan. Namun sayangnya Arifin Djohar  dan La Nyala Matalitti enggan bertemu untuk melakukan klarifikasi tentang permasalahan dualisme Persebaya, sehingga hujatan dan makian pedas dari ribuan bonek untuk kedua orang tersebut terus terlontarkan.

Hasil pertemuan antara perwakilan bonek dan panitya konggres sempat berjalan alot, karena La Nyala sebagai wakil Ketua PSSI tidak menganggap keberadaan Persebaya 1927. La Nyala menegaskan jika Persebaya 1927 bukan anggota PSSI.

“mereka bukan anggota PSSI, jadi saya tidak perlu menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, hari ini PSSI melaksanakan konggres untuk membahas pembenahan organisasi, sedangkan masalah dualisme Persebaya adalah masalah internal dan tidak ada kaitannya dengan PSSI,” tuturnya.

Bonek yang diwakili oleh Siti Nasyiah, Saleh Mukadar dan beberapa perwakilan dari klub-klub Persebaya27 terus melakukan upaya negosiasi yang akhirnya tidak membuahkan hasil, bahkan sempat mendapatkan perlakuan tindakan pengusiran oleh Baso Juherman Panpel Kongres PSSI bidang kemanan.

Akhirnya Korlap aksi Andi Peci alias Pokemon meminta kepada ribuan bonek untuk membubarkan diri dan akan menempuh jalur hukum untuk pengesahan Persebaya 1927, dengan pertimbangan untuk meredam aksi bonek kearah anarkis dan benturan dengan pihak keamanan yang telah siap berjaga untuk membubarkan aksi unjuk rasa,.

Sementara Kongres PSSI 2014 dikabarkan berjalan tertib dan sesuai rencana karena berhasil menetapkan sejumlah putusan termasuk menertibkan jumlah anggota PSSI tahun ini yang 777 klub. Jumlah ini meliputi 33 pengurus provinsi, klub-klub baru, Divisi I-III, Divisi Utama dan Liga Super Indonesia (LSI). Sebelumnya, PSSI mengakui tidak adanya kejelasan anggota dan jumlah klub sebenarnya.

Kongres juga berhasil mendapatkan lima aspek utama dalam pengembangan sepak bola. Meliputi technical development management, coaching education, grasroot games, refree, futsal dan women. Kelima aspek itu dibarengi dengan tata kelola keorganisasian dan managemen. Hal ini ditandai dengan statuta dan peraturan organisasi yang lengkap.

Untuk itu, PSSI menargetkan sejumlah pencapaian sebelum masa kepemimpinan pengurus PSSI berakhir pada 2015. Khususnya bagi lima kelompok Timnas yakni Senior, U-23, U-19, U-16 dan U-14. Targetnya antara lain mengulang juara AFF, 8 besar di Asia dalam kompetisi Asean Games, dan mempertahankan ranking FIFA di bawah 130 besar dunia. (q cox)

Reply