KAB KEDIRI (Suarapubliknews) — Program budidaya uwi ungu yang digagas Polres Kediri bersama sejumlah pemangku kepentingan mulai menunjukkan hasil positif. Ribuan tanaman uwi ungu yang dibudidayakan di lahan belakang Mapolsek Wates, Kabupaten Kediri, kini tumbuh subur dan memasuki fase perambatan.
Sulur-sulur tanaman terlihat mulai menjalar pada ajir yang dipasang di area budidaya. Kondisi ini menjadi indikator pertumbuhan tanaman berjalan baik dan membuka peluang panen yang menjanjikan dalam beberapa bulan mendatang.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program yang dibangun melalui sinergi berbagai pihak berjalan sesuai harapan. “Saat ini uwi ungu sudah mulai merambat dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Semoga ke depan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar AKBP Bramastyo Priaji, Selasa (2/6/2026).
Untuk memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal, anggota kepolisian secara rutin melakukan pemantauan, perawatan, serta evaluasi di lokasi budidaya. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman memperoleh penanganan yang tepat hingga memasuki masa panen.
Program budidaya uwi ungu ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Selain berorientasi pada sektor pertanian, program ini juga diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan memperkuat ekonomi pedesaan.
Kapolres menjelaskan, sebanyak 3.000 bibit uwi ungu ditanam di atas lahan seluas 3.850 meter persegi. Bibit tersebut berasal dari Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia, Pondok Jati Diri Bangsa.
Dalam pengembangannya, budidaya uwi ungu ini juga mendapat pendampingan dari petani asal Kabupaten Magetan yang telah berpengalaman mengembangkan tanaman umbi bernilai ekonomi tinggi tersebut.
Tak hanya itu, berbagai unsur turut mendukung keberhasilan program ini, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Forkopimcam Wates, kelompok tani, hingga elemen masyarakat.
“Uwi ungu memiliki nilai ekonomi dan dikenal sebagai tanaman pangan alternatif yang kaya karbohidrat. Komoditas ini berpotensi menjadi salah satu produk strategis dalam mendukung diversifikasi pangan nasional,” jelasnya.
Keberhasilan budidaya uwi ungu ini diharapkan tidak hanya menghasilkan panen melimpah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mulai mengembangkan komoditas pangan lokal yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Dengan pertumbuhan tanaman yang terus menunjukkan perkembangan positif, program budidaya uwi ungu di Wates kini menjadi simbol sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat desa.
Apabila berhasil hingga masa panen, program tersebut berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengembangkan pangan lokal yang produktif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan. (q cox, Iwan)












