300 Rumah Telah Diperbaiki Lewat Dandan Omah, Wali Kota Eri Cahyadi: Program ini Juga Perbaiki Pendapatan Warga!

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi penerima manfaat dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang mendapat bantuan, melalui Program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Tandes, Kecamatan Tandes Kota Surabaya, Rabu (10/8/2022) sore. Bahkan, secara simbolis ia juga menyerahkan kunci rumah kepada tiga keluarga penerima manfaat tersebut.

Disana, ia menyaksikan sendiri senyum yang mengembang dari raut wajah para penerima manfaat. Ada tiga keluarga yang tuntas mendapat program tersebut, yakni Dayat Jatmiko (44) warga MBR Jalan Tandes Kidul 6/43 RT 003 RW 002, Isbadi (52) warga Jalan Tandes Lor II No. 20 – B RT 002 RW 003, dan Slamet Rubiyanto (53) warga MBR Jalan Tandes Kidul 3/15 – C.

“Program ini total yang kita kerjakan untuk tahun ini ada 900 unit, tapi yang sudah selesai sekitar 300 unit. Hari ini saya ingin bertemu dengan penerima manfaat, saya ingin tahu bahwa ketika rumah ini diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, maka setelah itu yang menjaga dan meneruskan rumah ini adalah pemilik rumah tersebut,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, program Dandan Omah ini tidak hanya untuk memperbaiki rumah warga, tetapi juga harus memperbaiki pendapatan warga tersebut. Sebab, warga dinilai tidak bisa memperbaiki rumah karena belum mendapatkan pendapatan yang mencukupi.

“Berarti masuk MBR dan kita memberikan lapangan pekerjaan untuk berusaha, setelah itu dia ndandani (memperbaiki) sendiri. Tadi dari tiga keluarga, Alhamdulilah satu keluarga sudah bisa mendapatkan pekerjaan. Ada yang di pabrik dan anaknya sudah bekerja, akhirnya pendapatnya bisa mencapai Rp 8 juta untuk satu keluarga” ungkap dia.

Ia menerangkan, untuk memberikan semangat kepada penerima manfaat, ia juga menempelkan stiker Dandan Omah di pintu rumah warga tersebut. “Filosofinya untuk memberikan semangat, bahwa rumah ini diperbaiki Pemkot Surabaya. Tapi ke depan, mereka bisa memperbaiki sendiri, dengan catatan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dalam satu keluarga yang minimal Rp 4 juta,” terang dia.

Lebih lanjut, ia mengaku bahwa kampung di kawasan Jalan Tandes Kidul Kota Surabaya akan dilakukan sebagai kampung percontohan. Yakni, menyusun langkah strategis untuk menuntaskan MBR di kampung tersebut, serta membuat prototipe untuk kampung lainnya. Rencananya, program percontohan tersebut akan segera dilaksanakan hingga empat bulan kedepan.

“Kita harus mengetahui dalam satu kampung ini ada berapa KK dan berapa yang masuk dalam kategori MBR. Setelah itu, MBR kita berikan kegiatan usaha agar dia bisa mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 4 juta per bulan,” ungkap dia.

Tak hanya untuk MBR, ia menjelaskan bahwa warga non kategori MBR yang membutuhkan pekerjaan juga akan dikolaborasikan melalui program percontohan tersebut. Ia mencontohkan, bahwa dalam satu kampung, warga bisa berbelanja di toko kelontong yang ada di wilayah RT tersebut. Apalagi, RT/RW di kawasan Jalan Tandes Kidul Kota Surabaya telah membentuk koperasi untuk menunjang ekonomi kerakyatan.

“Selain itu, ASN pemkot juga bisa berbelanja di toko kelontong disini, sehingga bisa saling menunjang. Inilah yang namanya ekonomi kerakyatan. Jadi Wong Suroboyo yang di ajari oleh Bung Tomo dan Bung Karno itu, bisa merebut kemerdekaan dari kemiskinan,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan bahwa proses usulan Dandan Omah, bisa diusulkan oleh para Kader Surabaya Hebat (KSH) melalui Aplikasi Sayang Warga untuk diteruskan pada kelurahan setempat.

“Kita lakukan verifikasi bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos), dan kelurahan. Lalu kita lakukan ranking, mana unit prioritas dari kelurahan tersebut. Misalnya, di kelurahan diprioritaskan untuk 6 atau 7 rumah, maka kita pilih urutan yang mengalami kerusakan paling parah,” kata Irvan.

Irvan menjelaskan, pengerjaan rumah prioritas adalah rumah bocor yang mengganggu aktivitas warga selama berada di dalam rumah. Kemudian, lantai rumah yang belum di keramik, rumah yang sering terendam genangan air hujan, hingga rumah yang tidak memiliki jamban/wc.

“Kemudian dinding yang masih dari kayu atau triplek, itu akan kita prioritaskan. Mulai, atap, lantai, dan dinding, serta kondisi jamban. Contoh hari ini Pak Dayat (penerima manfaat) tidak memiliki jamban dan itu menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan program Dandan Omah,” jelas dia.

Ia menambahkan, bahwa antrian program Dandan Omah tersebut telah mencapai 5 ribu usulan. Namun, pihaknya terus melakukan verifikasi berdasarkan prioritas kerusakan rumah. Sedangkan, bagi warga yang tidak didukung oleh Alas Hak (hak atas tanah), maka pihaknya tidak hanya mengandalkan  APBD saja, tetapi juga Baznas Surabaya dan seluruh stakeholder lainnya.

“Artinya, jika tidak punya Alas Hak, kita prioritaskan menggunakan dana CSR. Selain itu, pada program Dandan Omah tahun 2023, kami menyediakan kuota sebanyak 2.800 unit yang harus diselesaikan,” imbuhnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Dayat Jatmiko (44) warga MBR Jalan Tandes Kidul 6/43 RT 003 RW 002 mengungkapkan rasa bahagia. Ia mengaku senang karena Wali Kota Eri Cahyadi secara langsung mengunjungi kediamannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi beserta jajarannya, yang telah menuntaskan program Dandan Omah untuk keluarganya.

“Senang sekali, Alhamdulillah Pak Wali Kota Eri Cahyadi tadi datang langsung menyerahkan kunci rumah, lalu masuk kedalam rumah kami. Terima kasih nggih pak Walikota karena sudah memberikan bantuan, sekarang rumah kami sudah tidak bocor dan air hujan tidak akan masuk lagi kedalam rumah,” pungkasnya. (Q cox)

Reply