Peristiwa

Daewoong Perluas Akses Terapi Kombinasi Dislipidemia ke Jawa Timur

84
×

Daewoong Perluas Akses Terapi Kombinasi Dislipidemia ke Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Daewoong Pharmaceutical Indonesia resmi memperluas peluncuran terapi kombinasi dosis tetap (fixed-dose combination/FDC) untuk pengobatan dislipidemia ke Surabaya, setelah sebelumnya diperkenalkan di Jakarta. Langkah ini menandai upaya perluasan akses terapi pengelolaan kolesterol, khususnya di Jawa Timur yang memiliki prevalensi diabetes relatif tinggi.

Peluncuran tersebut dikemas dalam Dyslipidemia Treatment Surabaya Regional Launch Symposium. Lebih dari 100 tenaga medis dari berbagai wilayah di Jawa Timur hadir untuk membahas strategi optimal pengelolaan LDL-C (low-density lipoprotein cholesterol) serta perkembangan klinis terbaru terapi kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin.

Dalam forum tersebut, isu peningkatan risiko penyakit kardiometabolik pada pasien diabetes menjadi sorotan utama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7 persen, lebih tinggi dari rata-rata global. Jawa Timur disebut sebagai salah satu wilayah strategis dengan jumlah penderita diabetes yang besar serta kepadatan penduduk yang tinggi.

Endokrinolog RSUD Dr. Soetomo, Dr. dr. Soebagijo Adi, Sp.PD-KEMD, menjelaskan bahwa keberadaan diabetes secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiometabolik. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pengelolaan kolesterol yang lebih ketat. “Monoterapi statin kerap memiliki keterbatasan dalam mencapai target LDL-C, sehingga terapi kombinasi sejak dini menjadi pendekatan yang semakin relevan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Dr. dr. Suryono, Sp.JP (K) dari PERKI Surabaya. Ia menyoroti masih ditemukannya pengobatan dislipidemia yang belum optimal dalam praktik klinis sehari-hari. “Terapi kombinasi dosis rendah berpotensi membantu tenaga medis menghadapi kompleksitas pengelolaan penyakit kardiometabolik,” katanya. Terapi kombinasi yang diperkenalkan Daewoong menggabungkan Rosuvastatin yang menghambat sintesis kolesterol di hati dan Ezetimibe yang mengurangi penyerapan kolesterol di usus.

Mekanisme ganda ini dinilai mampu memberikan penurunan LDL-C yang lebih efektif dibandingkan monoterapi, dengan tetap mempertahankan profil keamanan pada dosis relatif rendah. Kepala Divisi Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP (K), mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C untuk kategori risiko sangat tinggi.

“Terapi kombinasi sejak dini dapat menjadi strategi untuk menjembatani kesenjangan terapi dan memperbaiki prognosis pasien,” katanya. Daewoong menghadirkan tiga pilihan dosis dalam satu lini produk, yakni 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg, termasuk dosis rendah 10/5 mg yang disebut sebagai yang pertama tersedia di Indonesia. Variasi dosis ini diharapkan mendukung peresepan yang lebih presisi dan terpersonalisasi sesuai tingkat risiko pasien.

Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, Baik In Hyun, menyatakan bahwa peluncuran di Surabaya menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan opsi terapi berbasis bukti ilmiah kepada tenaga medis di daerah. “Perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas medis sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit kardiovaskular dan peningkatan kualitas hidup Masyarakat,” katanya. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *