Hotel & RestoJatim RayaPeristiwa

Cap Go Meh 2026 di Gunung Kawi, Harmoni Budaya dan Spiritualitas Menyatu

98
×

Cap Go Meh 2026 di Gunung Kawi, Harmoni Budaya dan Spiritualitas Menyatu

Sebarkan artikel ini

GUNUNG KAWI-MALANG (Suarapubliknews) – Perayaan Cap Go Meh tahun 2026 di kawasan Pesarean Gunung Kawi berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan wisata religi tersebut untuk mengikuti rangkaian acara yang sarat makna budaya dan spiritual.

Sejak pagi hari, arus peziarah dan wisatawan terus berdatangan. Mereka tidak hanya berasal dari Malang dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai kota di Jawa Timur hingga luar pulau. Momentum Cap Go Meh yang menandai puncak perayaan Tahun Baru Imlek ini dimanfaatkan masyarakat untuk berdoa, memohon keselamatan, kesehatan, dan kelimpahan rezeki.

Rangkaian acara diawali dengan ritual sembahyang bersama di klenteng yang berada di area Pesarean Gunung Kawi. Suasana khusyuk terasa ketika para umat menyalakan hio dan lilin sebagai simbol penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri, karena mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Jawa yang telah berlangsung turun-temurun.

“Minimal saya satu kali dalam setahun kami datang kesini (G.Kawi), karena sejak kecil saya diajak orang tua kesini, hingga sekarang saya datang kesini dengan keluarga, karena disamping berwisata di area pegunungan yang udaranya dingin juga bisa melaksanakan sembahyang,” ucap salah satu pengunjung dari etnis Tiong Hoa asal Jakarta, yang akrab disapa Pak Djun. Minggu (22/03/2026)

Kemeriahan semakin terasa dengan pertunjukan barongsai dan liong yang memukau pengunjung. Atraksi tersebut disambut antusias, terutama saat para pemain berinteraksi langsung dengan penonton. Selain itu, berbagai stan kuliner dan UMKM turut meramaikan area, menawarkan beragam makanan khas yang menjadi bagian dari tradisi Cap Go Meh.

Pengelola kawasan Pesarean Gunung Kawi menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Cap Go Meh tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai magnet wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara itu, aparat keamanan bersama panitia turut memastikan jalannya acara berlangsung aman dan tertib. Pengaturan arus pengunjung dilakukan secara maksimal guna memberikan kenyamanan bagi para peserta.

Dengan perpaduan nilai religius, budaya, dan pariwisata, perayaan Cap Go Meh 2026 di Pesarean Gunung Kawi kembali menegaskan pentingnya toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat Indonesia. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga simbol harmoni antarumat yang terus dijaga hingga kini. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *