Peristiwa

UTBK 2026: ITS Terapkan Keamanan Berlapis dan Teknologi AI Face Recognition

91
×

UTBK 2026: ITS Terapkan Keamanan Berlapis dan Teknologi AI Face Recognition

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerapkan sistem keamanan berlapis dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 yang digelar pekan lalu.

Mulai dari pemeriksaan menggunakan metal detector hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dilakukan untuk memastikan ujian berjalan jujur dan transparan. Sebagai salah satu pusat UTBK, ITS tahun ini memfasilitasi sebanyak 12.585 peserta yang tersebar di 48 titik lokasi ujian di lingkungan kampus.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, turun langsung meninjau pelaksanaan hari pertama ujian. Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, termasuk dari sisi pengawasan dan keamanan.

Setiap peserta yang masuk ruang ujian diperiksa menggunakan metal detector. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup barang-barang pribadi seperti jam tangan, kacamata, hingga aksesori lain yang berpotensi digunakan untuk kecurangan. “Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan,” ujarnya.

Tidak hanya saat ujian berlangsung, ITS juga menerapkan pengawasan berbasis teknologi melalui sistem face recognition berbasis AI. Teknologi ini digunakan untuk memastikan bahwa peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, hingga proses daftar ulang merupakan orang yang sama. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga integritas seleksi nasional.

Dari sisi teknis, ITS juga memperkuat infrastruktur pendukung pelaksanaan UTBK. Jumlah server ditingkatkan dari dua menjadi tiga unit guna memastikan kelancaran pengiriman data jawaban peserta ke pusat. Selain itu, jaringan internet kampus difokuskan untuk pelaksanaan ujian dengan mengalihkan kegiatan perkuliahan ke sistem daring selama periode UTBK berlangsung.

Pelaksanaan UTBK di ITS juga diwarnai tingginya antusiasme peserta yang sudah hadir sejak pagi hari. Untuk mendukung kenyamanan, kampus membuka kantin lebih awal serta menyediakan ruang tunggu bagi peserta dan pengantar. Sebanyak lima posko informasi juga disiapkan di berbagai titik kampus untuk membantu peserta selama pelaksanaan ujian.

Pada hari pertama, tercatat puluhan peserta tidak hadir, serta sejumlah pelanggaran administrasi seperti tidak membawa dokumen yang dipersyaratkan. Meski demikian, secara keseluruhan pelaksanaan UTBK di ITS dinilai berjalan lancar dan kondusif.

Melalui penerapan sistem keamanan berlapis dan dukungan teknologi, ITS menegaskan komitmennya dalam menciptakan proses seleksi perguruan tinggi yang adil dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung akses pendidikan berkualitas bagi calon mahasiswa di Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *