SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Prestasi internasional kembali diraih mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui inovasi kendaraan berbasis reaksi kimia. Tim riset Spektronics ITS berhasil membawa pulang penghargaan dari ajang The 17th Malaysia Chem-E-Car Competition 2026 yang digelar di Xiamen University, Malaysia, pekan lalu.
Dalam kompetisi tersebut, tim berhasil meraih 2nd Runner Up untuk kategori Poster serta peringkat kelima pada kategori Car Performance, menunjukkan daya saing inovasi mahasiswa Indonesia di tingkat global.
Purwarupa mobil bernama “Dodit” menjadi andalan tim dalam kompetisi ini. Berbeda dari kendaraan konvensional, mobil ini menggunakan energi dari reaksi kimia sebagai sumber penggerak.
Manager Non-Technical Spektronics ITS, Nayla Muli Fathia, menjelaskan bahwa pengembangan mobil ini dilakukan selama sekitar lima bulan dengan fokus pada keseimbangan antara performa dan ketahanan sistem. “Kami cukup puas karena hasilnya bisa melampaui ekspektasi dan membawa pulang dua penghargaan,” ujarnya.
Salah satu keunggulan utama Dodit terletak pada sistem mekanik dan struktur yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi lintasan. Mobil ini dilengkapi high-performance torque gear yang memungkinkan penyesuaian performa secara optimal, serta struktur yang kokoh untuk menjaga stabilitas selama perlombaan.
Desain tersebut memungkinkan kendaraan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi lintasan, yang menjadi salah satu faktor penilaian dalam kompetisi.
Meski meraih hasil positif, tim juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait perbedaan skema penilaian dan kebutuhan kalibrasi ulang saat berada di lokasi lomba. Untuk mengatasi hal tersebut, tim menerapkan prosedur operasional yang ketat serta pengambilan keputusan berbasis data guna memastikan performa kendaraan tetap stabil dalam waktu singkat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di ITS, mulai dari teknik kimia, teknik instrumentasi, hingga desain produk industri. Tim ini juga mendapat bimbingan langsung dari Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS, yang turut mendukung proses riset dan pengembangan.
Selain berorientasi pada kompetisi, inovasi mobil berbasis reaksi kimia ini juga dinilai memiliki relevansi terhadap pengembangan teknologi berkelanjutan. Penggunaan sistem yang efisien dan minim limbah sejalan dengan prinsip pengembangan industri ramah lingkungan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi terhadap isu global terkait energi dan keberlanjutan. (feb, tama dini)












