Pemerintahan

Perkuat Ketahanan Keluarga, Pemkot Surabaya Wisuda 824 Lulusan Sekolah “Kemangi” 2025 

83
×

Perkuat Ketahanan Keluarga, Pemkot Surabaya Wisuda 824 Lulusan Sekolah “Kemangi” 2025 

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar wisuda untuk anak dan orang tua yang sudah menyelesaikan Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif dan Mandiri (Kemangi) lulusan 2025 bertempat di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Kamis (7/5/2026). Program ini merupakan langkah preventif Pemkot Surabaya untuk menghindarkan remaja dari perilaku menyimpang seperti tawuran dan geng motor melalui pendekatan peran orang tua dan komunikasi keluarga.

Pada angkatan pertama ini, Pemkot Surabaya melakukan wisuda terhadap 824 orang yang terdiri dari orang tua dan anak dari 31 kecamatan di Kota Pahlawan. Mereka yang dinyakan lulus sudah melakukan sedikitnya tujuh kali pertemuan intensif pada 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa orang tua yang berhasil adalah mereka yang mampu menghantarkan anaknya menjadi seseorang lebih baik. Oleh karena itu, penting melakukan penguatan terhadap posisi orang tua sebagai tempat curhat utama bagi anak remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

“Jangan biarkan anak-anak remaja ini bertanya pada orang yang tidak tepat. Orang tua harus memberikan peluang dan ruang bagi anak untuk bicara. Kalau orang tuanya tidak komunikatif, anak akan takut untuk melapor atau bercerita,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.

Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga berbagi kisahnya saat masih menjadi staf pegawai negeri. Meski sibuk dan sering pulang subuh, ia tetap menjaga kedekatan dengan anak-anaknya. Salah satu cara unik yang ia lakukan adalah membonceng istri dan kedua anaknya menggunakan sepeda motor untuk sekadar berkeliling.

“Kenapa naik motor? Agar ada kedekatan. Sekarang anak perempuan saya sudah kuliah semester 6, tapi tidak malu untuk bercerita. Itu karena komunikasi tidak pernah putus. Anak perempuan butuh perlindungan sosok laki-laki, dan itu harus datang dari ayahnya sendiri,” tambahnya.

Wali Kota Eri menargetkan bahwa program Sekolah Kemangi dalam jangka panjang dapat menjangkau seluruh orang tua dan anak muda di semua RW se-Kota Surabaya. Fokus utama diberikan kepada keluarga yang memiliki anak usia remaja, mengingat kerentanan terjadinya jarak komunikasi antara anak dan orang tua pada fase tersebut.

“Jadi target kami adalah mengupayakan semua orang tua yang memiliki anak remaja mengikuti kelas Kemangi. Karena biasanya adanya jarak komunikasi orang tua dan anak ada di masa remaja,” terangnya.

Terkait adanya remaja yang sempat terjaring petugas namun tidak mau mengikuti program ini, Wali Kota Eri Cahyadi akan melakukan pendekatan personal dengan mendatangi langsung rumahnya. Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap anak mendapatkan pelatihan yang dapat mendorong perubahan perilaku ke arah positif.

“Kami yakin bahwa penanganan masalah remaja harus dimulai dari akarnya, yaitu memperbaiki hubungan dan kedekatan emosional antara anak dengan orang tua mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani dalam laporannya mengatakan, program Kemangi merupakan kelanjutan dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Jika SOTH menyasar orang tua balita, Kemangi difokuskan pada orang tua dengan anak usia remaja atau Gen Z yang sedang dalam fase pencarian jati diri.

“Anak-anak boleh menyampaikan pendapat saat sedang tidak baik-baik saja, dan orang tua harus menjadi pendengar yang baik, bukan hanya bisa mengomel. Kita harus mencari jalan tengah bersama,” pesan Rini kepada para wisudawan.

Ke depan, Pemkot Surabaya menargetkan program ini menjangkau 153 Kelurahan dan 1.360 RW di seluruh Surabaya. Dalam pelaksanaannya, Pemkot akan berkolaborasi dengan universitas melalui program mahasiswa untuk membantu mengedukasi masyarakat. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *