Peristiwa

ITS Siap Kawal Peta Jalan Riset Strategis Nasional, Fokus pada Hilirisasi Inovasi

89
×

ITS Siap Kawal Peta Jalan Riset Strategis Nasional, Fokus pada Hilirisasi Inovasi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan kesiapannya mendukung arah baru riset nasional melalui penguatan hilirisasi riset, percepatan komersialisasi inovasi, hingga keterlibatan aktif dosen dalam penyusunan Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026–2045.

Komitmen tersebut sejalan dengan Agenda Riset dan Inovasi Strategis Nasional 2026–2029 yang disusun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa hasil riset perguruan tinggi harus selaras dengan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang dicanangkan pemerintah.

“Perguruan tinggi diharapkan dapat menyelaraskan berbagai hasil riset dengan beberapa target nasional, sehingga penelitian itu tidak terpisah dari kebutuhan yang ada,” ujarnya usai memberikan kultum subuh di Masjid Manarul Ilmi ITS.

Menurut Brian, ITS menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki banyak inovasi relevan dengan kebutuhan strategis nasional. Ia mencontohkan sejumlah inovasi ITS seperti motor listrik, traktor listrik, hingga alat panjat kelapa yang dinilai berpotensi mendukung agenda kemandirian pangan dan energi nasional.

Brian juga menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan industri agar proses hilirisasi hasil riset dapat berjalan lebih cepat. “Negara maju dengan ekosistem industri besar umumnya ditopang oleh riset perguruan tinggi yang kuat dan terintegrasi dengan kebutuhan industri maupun pemerintah,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengembangan riset ITS, khususnya yang berkaitan dengan teknologi pendukung ketahanan pangan dan energi.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, mengatakan ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional melalui penguatan hilirisasi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri. “ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional dan akan terus mendorong hilirisasi riset berdampak,” ujarnya.

Menurut Bambang, langkah tersebut sejalan dengan visi ITS sebagai Entrepreneurial University yang mendorong percepatan komersialisasi produk inovasi hasil riset.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI, Mohammad Fauzan Adziman, juga menggelar pertemuan bersama LLDIKTI Wilayah VII dan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur di Ruang Sidang Senat Akademik Rektorat ITS. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya keselarasan riset perguruan tinggi dengan arah kebijakan riset nasional.

Komitmen ITS juga dibuktikan melalui keterlibatan aktif sejumlah dosen ITS sebagai tim pakar penyusun Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional 2026–2045. Pada bidang maritim, ITS diwakili oleh Raden Sjarief Widjaja, Siti Zullaikah, Adi Novitarini Putri, Setyo Nugroho, dan Agus Muhamad Hatta. Sementara pada bidang pertahanan, ITS diwakili oleh Subchan.

Keterlibatan tersebut mempertegas posisi ITS sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam perumusan arah riset nasional, khususnya pada bidang maritim, agroindustri, energi, transportasi listrik, dan teknologi pertahanan.

Melalui penguatan kolaborasi industri dan pengembangan riset berbasis kebutuhan nasional, ITS optimistis dapat menjadi motor penggerak inovasi menuju kemandirian teknologi Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *