Pemerintahan

RPH Surabaya Pastikan Pemotongan Kurban Iduladha 2026 Higienis, Transparan, dan Sesuai Syariat

106
×

RPH Surabaya Pastikan Pemotongan Kurban Iduladha 2026 Higienis, Transparan, dan Sesuai Syariat

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pemotongan hewan kurban yang amanah, transparan, profesional, dan memenuhi standar higienitas menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular sekaligus memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dan layak konsumsi.

Pelaksanaan layanan kurban tahun ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 500.7.2.4/11606/436.7.9 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pelaksanaan Kurban yang mengatur pemeriksaan kesehatan hewan, kebersihan lokasi pemotongan, hingga pengelolaan limbah kurban.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho mengatakan, RPH Surabaya tahun ini memfokuskan layanan pada jasa pemotongan hewan kurban yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Mei 2026. Menurutnya, optimalisasi pelayanan dilakukan untuk menjawab tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemotongan di RPH Surabaya.

“Hingga saat (siang) ini sudah tercatat 166 ekor sapi yang akan dipotong di RPH Surabaya dan jumlahnya masih berpotensi bertambah karena pendaftaran baru ditutup hari ini (Selasa). Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai dari bantuan Wali Kota Surabaya, kemudian Pemkot Surabaya, partai politik, organisasi masyarakat, PKK, masjid, yayasan, hingga pelanggan lama yang kembali menggunakan layanan kami,” kata Fajar, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh sapi yang akan dipotong wajib masuk ke RPH sehari sebelum penyembelihan. Ketentuan tersebut diterapkan agar hewan memiliki waktu istirahat sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan sebelum dipotong.

“Sesuai SOP, semua sapi harus masuk sehari sebelumnya untuk diistirahatkan dan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah tiba, hewan akan dikelompokkan dan ditempatkan di area persiapan sebelum dipotong pada hari pelaksanaan,” ujarnya.

Fajar menegaskan, setiap hewan kurban yang masuk ke RPH wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Selain itu, tim dokter hewan RPH juga melakukan pemeriksaan antemortem untuk memastikan kondisi hewan benar-benar sehat sebelum penyembelihan dilakukan.

“Setelah pemotongan, pemeriksaan kembali dilakukan terhadap daging hasil sembelihan. Jika ditemukan bagian yang tidak layak konsumsi, maka akan dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak beredar di masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya memastikan aspek kesehatan dan keamanan pangan, RPH Surabaya juga menekankan transparansi dan kepatuhan terhadap syariat dalam proses penyembelihan. Para pengkurban diminta menyiapkan dua orang saksi untuk menyaksikan proses pemotongan hingga pencacahan daging.

“Seluruh bagian hewan kurban sepenuhnya kami kembalikan kepada pengkurban, mulai dari daging, tulang, jeroan yang sudah dibersihkan, kepala beserta otak, lidah, cingur, kulit, hingga kaki. RPH tidak mengambil bagian apa pun sebagai kompensasi jasa pemotongan,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila ada pengkurban yang ingin menghibahkan bagian tertentu seperti kulit atau kaki, hasil penjualannya akan dimanfaatkan untuk kepentingan musala RPH, bukan untuk keuntungan perusahaan maupun panitia kurban.

“Dalam proses pengemasan, RPH Surabaya menggunakan plastik food grade khusus makanan. Sejumlah pengkurban juga membawa besek sendiri sebagai wadah tambahan guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran layanan, RPH Surabaya menerjunkan sekitar 160 petugas yang terdiri dari 10 tim pencacahan dan pengemasan beranggotakan masing-masing 10 orang, serta 10 tim pemotongan yang masing-masing berisi enam orang.

Fajar mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap layanan RPH Surabaya tahun ini cukup tinggi. Hari pertama pelaksanaan pemotongan bahkan sudah terisi penuh dengan sekitar 70 ekor sapi.

“Hari kedua tinggal tersisa sekitar 10 slot dari kapasitas 60 ekor, sedangkan jadwal Jumat dan Sabtu masih relatif longgar. Kami terus mematangkan seluruh teknis pelaksanaan agar proses kurban berjalan lancar, higienis, dan sesuai syariat,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *