Peristiwa

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi Portabel, Hasil Tes Bisa Dilihat dari Perubahan Warna

164
×

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi Portabel, Hasil Tes Bisa Dilihat dari Perubahan Warna

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengembangkan inovasi berupa strip test kit portabel untuk mendeteksi kandungan minyak babi pada makanan. Alat tersebut dirancang praktis, ekonomis, dan dapat digunakan tanpa memerlukan pengujian laboratorium yang rumit.

Penelitian ini dipimpin oleh Ruri Agung Wahyuono bersama tim dari Pusat Studi Halal ITS, termasuk Agus Muhamad Hatta. Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya umat muslim, dalam memastikan kandungan halal makanan, terutama saat bepergian ke negara dengan mayoritas penduduk nonmuslim.

Ruri menjelaskan alat yang dikembangkan bekerja dengan prinsip perubahan warna berbasis material nano, sehingga pengguna dapat mengetahui keberadaan kandungan minyak babi secara langsung tanpa harus menggunakan metode deteksi berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun teknologi elektrokimia.

“Alat ini dirancang mirip dengan strip pengecek pH air yang praktis. Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget,” ujarnya.

Dalam proses pengembangannya, tim peneliti ITS melakukan berbagai eksperimen untuk mendapatkan formula reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi. Produk tersebut memanfaatkan teknik deteksi berbasis optis atau sinyal perubahan warna sebagai indikator keberadaan zat yang diuji. Dengan metode tersebut, pengguna tidak memerlukan alat tambahan maupun keterampilan khusus untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan yang akan dikonsumsi.

Menurut Ruri, konsep serupa nantinya juga dapat dikembangkan untuk mendeteksi berbagai bahan lain yang berpotensi memicu alergi pada konsumen. “Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” jelas dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.

Selain mudah digunakan, alat deteksi tersebut juga dirancang agar dapat diproduksi dengan biaya terjangkau. Ruri menargetkan harga jual strip pendeteksi minyak babi sekitar Rp10 ribu per lembar untuk sekali pengujian. Harga tersebut bahkan berpotensi lebih rendah apabila produksi dapat dilakukan dalam skala besar.

Ia juga menegaskan komitmen tim peneliti untuk mengembangkan dan memproduksi material maupun perangkat deteksi secara mandiri guna mendukung ekosistem entrepreneurial university sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Dengan kemudahan penggunaan dan biaya yang relatif terjangkau, inovasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi, sekaligus mendukung pelaku usaha kuliner dan UMKM dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *