Peristiwa

CFF 2026 Perkuat Standar Festival dan Jangkauan Internasional

115
×

CFF 2026 Perkuat Standar Festival dan Jangkauan Internasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Cinema Film Festival (CFF) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya mulai menerapkan standar baru dalam proses seleksi film melalui sistem pendaftaran berbayar. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara meningkatkan kualitas festival sekaligus memperluas jejaring internasional.

Leader CFF ke-5, Jason Cliff Kurniawan, mengatakan perubahan sistem tersebut menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan panitia untuk memastikan kualitas karya yang masuk semakin kompetitif.

“Tahun lalu kami menerima sekitar 1.600 film karena sistem pendaftarannya masih gratis. Tahun ini kami menerapkan biaya pendaftaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar festival dan memperluas jejaring internasional,” ujarnya.

Meski jumlah film yang masuk mengalami penurunan, kualitas dan jangkauan peserta justru meningkat. Pada penyelenggaraan tahun ini, CFF menerima lebih dari 280 karya film dari 35 negara.

Menurut Jason, sistem pendaftaran berbayar membantu proses kurasi menjadi lebih efektif karena tim seleksi dapat memberikan perhatian yang lebih mendalam terhadap setiap karya yang masuk.

“Dengan jumlah film yang lebih terukur, proses kurasi menjadi lebih fokus. Kami ingin memastikan setiap film mendapatkan penilaian yang maksimal berdasarkan kualitas karya yang ditampilkan,” katanya.

CFF 2026 mengusung tema “MOSAIC” yang terinspirasi dari fenomena sosial generasi muda di tengah arus informasi dan tren yang bergerak cepat. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat bahwa setiap individu memiliki cerita, warna, dan perspektif yang berbeda-beda.

“Layaknya potongan mozaik, perbedaan itu justru membentuk sebuah kesatuan yang utuh dan bermakna. Melalui tema ini kami ingin menghadirkan ruang yang inklusif bagi berbagai gagasan dan kreativitas,” jelasnya.

Festival yang berlangsung pada 2–6 Juni 2026 di Universitas Ciputra Surabaya, V-Walk Atrium, dan XXI Ciputra World Surabaya itu menghadirkan berbagai program mulai dari kompetisi film, workshop, expert session, screening film pilihan, hingga exhibition karya kreatif.

Sejumlah nama besar industri perfilman Indonesia turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Robert Ronny, Chandra Liow, Adinia Wirasti, Riri Riza, dan Wregas Bhanuteja. Selain kategori film fiksi dan dokumenter, CFF juga menghadirkan kategori khusus bagi pelajar melalui program Highschool Competition sebagai wadah apresiasi karya generasi muda.

“Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek seperti kualitas visual, tata suara, akting, hingga kekuatan cerita. Semua proses seleksi ditangani oleh tim kurator yang berpengalaman di bidangnya,” ungkap Jason.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, CFF 2026 juga memperkenalkan program baru bertajuk CFF Project Hunt, yakni kompetisi pitching ide film yang ditujukan bagi pelajar SMA dan SMK.

Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman industri yang lebih dekat dengan dunia profesional, sekaligus melatih kemampuan peserta dalam menyusun dan mempresentasikan gagasan film secara terstruktur.

“Kami ingin menjadi rumah bagi para pembuat film. Tidak hanya untuk mereka yang sudah berpengalaman, tetapi juga bagi generasi muda yang memiliki ide dan semangat berkarya namun memiliki keterbatasan akses maupun sumber daya,” tuturnya.

Melalui berbagai program yang dihadirkan, CFF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan sineas, pelajar, akademisi, dan pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Kami ingin memberikan lebih dari sekadar kompetisi. Kami ingin menyediakan fasilitas dan peluang agar ide-ide kreatif anak muda bisa berkembang menjadi karya yang nyata,” pungkasnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *