Jatim RayaPemerintahanPeristiwa

Hampir Setahun Ambrol, Jembatan Penghubung Mlancu-Medowo Belum Juga Diperbaiki

171
×

Hampir Setahun Ambrol, Jembatan Penghubung Mlancu-Medowo Belum Juga Diperbaiki

Sebarkan artikel ini

KAB KEDIRI (Suarapubliknews) – Kondisi Jembatan Tulung yang berada di Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, hingga kini masih dalam keadaan putus dan ambrol. Ironisnya, kerusakan yang melumpuhkan akses utama penghubung antara Desa Mlancu dan Desa Medowo tersebut belum juga mendapatkan penanganan maupun perbaikan.

Jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat itu saat ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Akibatnya, aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan masyarakat menjadi terganggu.

Kepala Desa Mlancu, Sriono, mengatakan bahwa pihak pemerintah desa telah mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri tidak lama setelah jembatan tersebut ambrol.

“Kami sudah mengajukan perbaikan ke Dinas PUPR Kabupaten Kediri. Bahkan pihak dinas juga sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Namun sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan,” ujar Sriono kepada reporter Suarapubliknews, Senin (8/6/2026).

Sriono berharap Pemerintah Kabupaten Kediri, khususnya Dinas PUPR, segera memberikan kepastian terkait jadwal perbaikan serta langkah konkret yang akan dilakukan agar akses masyarakat dapat kembali normal.

“Semakin lama dibiarkan, kerusakan jembatan berpotensi semakin parah dan berdampak lebih luas terhadap aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat di kedua desa,” tegasnya.

Sementara itu, Andi, selaku kontraktor yang ditunjuk dalam proyek tersebut, mengungkapkan bahwa sebenarnya pekerjaan perbaikan direncanakan dimulai pada Mei 2026. Namun, pelaksanaannya harus ditunda karena adanya kendala teknis di lapangan.
Menurutnya, proses perbaikan saat ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dinas PUPR Kabupaten Kediri sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

“Kami masih menunggu SK dari Dinas PUPR Kabupaten Kediri. Yang jelas, untuk jembatan di Slumbung ini sudah ada progres dan masuk dalam rencana perbaikan. Kalau SK-nya sudah turun, langsung kami kerjakan,” kata Andi.

Belum adanya perbaikan meski jembatan telah ambrol hampir satu tahun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga menilai alasan kendala teknis maupun menunggu SK tidak seharusnya menjadi penghambat berkepanjangan bagi perbaikan infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar akses penghubung antar desa tersebut dapat kembali berfungsi dan tidak semakin menghambat aktivitas warga sehari-hari. (q cox, Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *