BisnisNasionalPeristiwa

BYD Bidik Jawa Tengah sebagai Pasar Strategis Kendaraan Listrik, Tech Culture Fest Hadir di Semarang

105
×

BYD Bidik Jawa Tengah sebagai Pasar Strategis Kendaraan Listrik, Tech Culture Fest Hadir di Semarang

Sebarkan artikel ini

SEMARANG (Suarapubliknews) ~ PT BYD Motor Indonesia terus memperluas edukasi sekaligus mendorong adopsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia melalui penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest (TCF) 2026.

Setelah digelar di Jakarta dan Medan, rangkaian festival kini hadir di Semarang sebagai kota ketiga dengan mengusung perpaduan teknologi, budaya lokal, serta pengalaman berkendara interaktif.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang memiliki pertumbuhan positif dalam adopsi kendaraan listrik sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung percepatan transformasi mobilitas berkelanjutan.

“Kami melihat Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah yang paling dinamis dan berkembang pesat di Indonesia, sekaligus menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam adopsi kendaraan energi baru. Saat ini lebih dari 1.600 kendaraan BYD telah digunakan di Jawa Tengah dan mewakili hampir 40 persen pangsa pasar EV di wilayah ini,” ujarnya.

Menurut Eagle, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik BYD sekaligus menjadi dasar perusahaan untuk terus memperluas edukasi mengenai teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Melalui BYD Tech Culture Fest, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada berbagai produk kendaraan listrik, tetapi juga diajak memahami teknologi yang mendukungnya melalui pengalaman interaktif.

Festival yang berlangsung di Gajahmada Plaza, Simpang Lima, Semarang tersebut menghadirkan Technology Zone yang memperkenalkan berbagai inovasi unggulan BYD, mulai dari Blade Battery, e-Platform, hingga teknologi Dual Mode (DM) yang digunakan pada kendaraan plug-in hybrid (PHEV). Seluruh teknologi tersebut dijelaskan langsung oleh product expert agar pengunjung memahami manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari.

Selain area edukasi, pengunjung juga dapat mencoba kemampuan kendaraan melalui Monster Track, lintasan off-road buatan yang menampilkan berbagai rintangan seperti tanjakan, jalur bergelombang, hingga jungkat-jungkit menggunakan DENZA B5.

Sementara di area Test Drive, masyarakat diberi kesempatan merasakan langsung pengalaman mengemudikan sejumlah model BYD seperti BYD M6 DM, BYD M6, BYD Dolphin, BYD Seal, BYD Sealion 7, dan BYD Atto 3 dalam simulasi penggunaan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, BYD juga mengumumkan hasil BYD M6 DM Media Challenge Semarang, yaitu uji efisiensi kendaraan yang dilakukan sejumlah jurnalis melalui rute Semarang–Salatiga–kawasan kaki Gunung Merbabu–Semarang dengan jarak sekitar 150 kilometer.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan hasil pengujian menunjukkan biaya operasional kendaraan berada pada kisaran Rp188 hingga Rp224 per kilometer, dengan konsumsi bahan bakar kurang dari satu liter sepanjang perjalanan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami memperkenalkan inovasi teknologi Dual Mode sebagai solusi pelengkap dalam ekosistem elektrifikasi BYD di Indonesia. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa teknologi DM mampu menghadirkan efisiensi sekaligus fleksibilitas yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Tidak hanya berfokus pada teknologi, BYD Tech Culture Fest juga menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan budaya lokal dan komunitas. Pembukaan festival dimeriahkan pertunjukan Wayang Orang, alunan Bonang, serta prosesi pemukulan gong tradisional sebagai representasi budaya Jawa Tengah.

Pengunjung juga dapat menikmati area bazar kuliner khas Semarang, Kids Area, serta beragam aktivitas interaktif yang dirancang untuk menjadikan festival sebagai ruang berkumpul bagi keluarga dan komunitas.

Setelah Jakarta, Medan, dan Semarang, BYD memastikan rangkaian Tech Culture Fest akan berlanjut ke sejumlah kota lain di Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperluas literasi masyarakat terhadap kendaraan listrik dan teknologi Dual Mode.

Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, pengalaman langsung, serta sentuhan budaya lokal, BYD berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat kendaraan energi baru sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *