BisnisPeristiwa

Urban Gardening Kian Diminati, AZKO Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan dari Rumah

53
×

Urban Gardening Kian Diminati, AZKO Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan dari Rumah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Tren berkebun di rumah atau urban gardening semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, ketahanan pangan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melihat tren tersebut, AZKO menghadirkan berbagai solusi berkebun dan pengelolaan limbah organik untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan dari rumah.

Berkebun di rumah dinilai tidak lagi membutuhkan lahan yang luas. Halaman, teras, balkon, hingga sudut rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan seperti cabai, bayam, tomat, maupun tanaman herbal sehingga keluarga dapat memperoleh bahan pangan segar secara mandiri.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan manfaat berkebun bagi masyarakat. Systematic review yang dipublikasikan dalam jurnal Discover Sustainability pada 2025 menyebut aktivitas berkebun di rumah berkontribusi terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, penelitian dalam jurnal Discover Public Health menyatakan berkebun dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik, mengurangi stres, dan memperbaiki kesejahteraan psikologis melalui interaksi dengan alam.

Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Melinda Pudjo mengatakan rumah dapat menjadi titik awal lahirnya berbagai perubahan positif, termasuk dalam membangun gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Kami melihat rumah sebagai titik awal lahirnya berbagai perubahan positif. Karena itu, AZKO berkomitmen membangun ekosistem gardening yang dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan lebih banyak kebaikan di rumah, mulai dari menanam, merawat, hingga mengelola kembali sumber daya yang ada di sekitar,” ujarnya.

Untuk mendukung aktivitas tersebut, AZKO menghadirkan berbagai perlengkapan berkebun, mulai dari benih sayuran, peralatan tanam, pot dengan sistem penyimpanan air (self-watering), perlengkapan penyiraman otomatis, hingga solusi urban gardening dan hidroponik yang memungkinkan masyarakat menanam berbagai jenis tanaman di ruang terbatas.

Selain berkebun, perusahaan juga mendorong pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui pemanfaatan komposter. Sisa sayuran, kulit buah, maupun limbah dapur dapat diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi alami bagi tanaman, sehingga limbah organik tidak berakhir menjadi sampah.

Melinda menilai perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan rumah. “Pada akhirnya, perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil di rumah. Dari satu pot tanaman yang dirawat setiap hari, setiap keluarga dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus membangun kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan bertanggung jawab,” tutupnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *