NasionalOlahraga

PLN Mobile Jalan Juara JEVA Spike Nation 2026 Buka Jalan Atlet Voli Muda Menuju Kompetisi Nasional

82
×

PLN Mobile Jalan Juara JEVA Spike Nation 2026 Buka Jalan Atlet Voli Muda Menuju Kompetisi Nasional

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (Suarapubliknews) ~ Program PLN Mobile Jalan Juara JEVA Spike Nation 2026 menutup rangkaian pembinaan atlet muda melalui Exhibition Match yang digelar di GOR PLN Mobile Arena, Bandung.

Dalam ajang tersebut, SMP KP Ciparay keluar sebagai juara kategori putri, sementara SMPN 1 Kutawaringin menjadi juara kategori putra. Kedua sekolah itu sekaligus mengamankan Wild Card menuju kompetisi resmi JEVA Spike Nation 2026 Kota Bandung, kompetisi bola voli tingkat SMP terbesar di Indonesia.

Exhibition Match menjadi puncak dari rangkaian JEVA Goes to School yang telah digelar di enam SMP di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya pada 21–23 Juli 2026. Program tersebut diikuti lebih dari 5.500 siswa yang mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic bersama atlet nasional Jakarta Electric PLN sebelum bertanding di babak puncak.

Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan siswa dan penonton yang memadati GOR PLN Mobile Arena. Puncak acara juga dimeriahkan penampilan Rizwan Fadilah yang turut berinteraksi dengan para peserta dan atlet nasional.

Selain menjadi ajang kompetisi, penyelenggara menekankan bahwa coaching clinic dirancang sebagai ruang apresiasi sekaligus penyemangat bagi siswa untuk berani mengembangkan potensi di bidang olahraga.

“Buat kami, coaching clinic ini bukan soal siapa yang nanti menang. Kami ingin adik-adik merasa dihargai dan berani mencoba. Melihat mereka tampil percaya diri di lapangan, itu sudah jadi kemenangan tersendiri buat kami,” ujar eks pemain Jakarta Electric PLN Khalisa Azilia.

Semangat serupa juga disampaikan peserta dari SMP KP Ciparay, Arimbi Syifana, yang menilai program tersebut menjadi motivasi bagi pelajar untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.

“Jalan Juara itu buat aku kayak kita ngusahain sesuatu sampai jadi juara. Caranya harus konsisten, percaya diri, main bagus, dan latihan keras. Program ini harus tetap ada, soalnya bisa nunjukin bibit-bibit dan potensi kita sebagai siswa SMP,” katanya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan program juga datang dari Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Bandung. Sekretaris Umum BAPOPSI Bandung Jajang Slamet Hermansah menilai kompetisi tersebut sejalan dengan upaya pembinaan atlet usia sekolah. “Kompetisi seperti ini penting untuk menjaring bibit atlet voli sejak usia sekolah,” ujarnya.

Ketua Umum Perkumpulan Bola Voli Elektrik (PBVE) PLN Khairullah mengatakan pencapaian para juara menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini mampu menghasilkan talenta baru. “Prestasi yang diraih SMP KP Ciparay dan SMP 1 Kutawaringin hari ini adalah bukti bahwa program pembinaan sejak usia dini seperti ini memberikan hasil nyata,” katanya.

Sementara itu, Ketua Jakarta Electric Volleyball Academy (JEVA) Yudhi Juliardiyanto menyebut perluasan program hingga Yogyakarta pada tahun ini menunjukkan semakin luasnya dampak pembinaan yang dilakukan.

“Perjalanan JEVA Goes to School dan Exhibition Match tahun ini membuktikan bahwa perluasan program ke Yogyakarta membawa dampak yang lebih luas. Selamat kepada SMP KP Ciparay dan SMP 1 Kutawaringin, kami menantikan mereka di JEVA Spike Nation 2026 Kota Bandung,” ujarnya.

Melalui PLN Mobile Jalan Juara JEVA Spike Nation 2026, JEVA bersama PLN dan PLN Mobile berupaya membangun ekosistem pembinaan atlet voli sejak usia sekolah, mulai dari coaching clinic, kompetisi antarsekolah, hingga pembinaan berkelanjutan menuju level profesional. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *