Hotel & Resto

Nasi Goreng Jancuk, Sensasi Pedas yang Jadi Cerita Kuliner Surabaya

67
×

Nasi Goreng Jancuk, Sensasi Pedas yang Jadi Cerita Kuliner Surabaya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Namanya boleh terdengar ekstrem, tetapi Nasi Goreng Jancuk telah menjadi bagian dari cerita kuliner Surabaya. Bukan hanya karena cita rasanya yang identik dengan sensasi pedas, tetapi juga karena cara penyajiannya dan pengalaman menyantapnya yang lebih menarik ketika dilakukan bersama-sama.

Di PrimeBiz Hotel Surabaya, Nasi Goreng Jancuk berkembang menjadi salah satu menu yang memiliki karakter tersendiri. Sajian ini kemudian tidak berhenti sebagai menu restoran, tetapi ikut melahirkan pengalaman kuliner dalam bentuk kompetisi #ManganCuk.

Nama “Jancuk” sendiri sangat lekat dengan kultur percakapan masyarakat Surabaya. Ketika disematkan pada makanan, nama tersebut seolah menjadi gambaran sederhana mengenai pengalaman yang ingin ditawarkan: pedas, berani, dan tidak biasa.

Karakter itu pula yang membuat Nasi Goreng Jancuk bukan sekadar perkara nasi goreng dengan rasa pedas. Ada sensasi ketika suapan pertama masih terasa seperti nasi goreng pada umumnya, kemudian rasa cabai mulai muncul dan semakin kuat. Bagi pencinta makanan pedas, justru bagian itulah yang menjadi tantangan sekaligus daya tariknya.

Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke arena kompetisi melalui #ManganCuk 2026, yang digelar PrimeBiz Hotel Surabaya pada Sabtu (8/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan ulang tahun ke-9 PrimeBiz Hotel Surabaya sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sebanyak 15 kelompok mengikuti lomba yang berlangsung di area outdoor hotel. Masing-masing kelompok terdiri dari empat orang dan ditantang menghabiskan Nasi Goreng Jancuk hingga tidak tersisa dalam waktu maksimal 15 menit.

Bukan hanya soal siapa yang mampu menghabiskan makanan paling cepat, lomba tersebut juga dirancang sebagai ruang kebersamaan. Peserta harus mengandalkan kekompakan kelompok untuk menghadapi tantangan nasi goreng yang dikenal dengan rasa pedasnya.

General Manager PrimeBiz Hotel Surabaya Yusak Anshori mengatakan #ManganCuk memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi makan. “Acara hari ini bukan sekadar lomba makan nasi goreng Jancuk. Ada semangat kebersamaan, kekompakan, sportivitas, dan tentu saja semangat untuk terus memperkenalkan salah satu kuliner yang sudah menjadi ikon PrimeBiz Hotel Surabaya, yaitu Nasi Goreng Jancuk,” ujarnya.

Menurut Yusak, Nasi Goreng Jancuk juga memiliki posisi khusus bagi PrimeBiz Hotel Surabaya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki hak atas penggunaan nama tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa salah satu hotel lain menggunakan nama berbeda untuk sajian serupa setelah adanya permintaan royalti atas penggunaan nama Nasi Goreng Jancuk.

Bagi PrimeBiz Hotel Surabaya, penyelenggaraan #ManganCuk menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali kuliner yang telah menjadi identitas hotel sekaligus mempererat interaksi dengan masyarakat.

Pada akhirnya, daya tarik Nasi Goreng Jancuk bukan semata-mata terletak pada seberapa banyak cabai yang digunakan atau seberapa kuat seseorang mampu menahan pedas. Ada unsur pengalaman di dalamnya—mulai dari nama yang sangat lekat dengan karakter Surabaya, sajian yang dinikmati bersama, hingga keberanian untuk menerima tantangan.

Dan ketika tantangan itu berubah menjadi lomba, lahirlah satu pertanyaan sederhana:siapa yang sanggup “mangan cuk” sampai habis dalam 15 menit? 😁🌶. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *