SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan TNI Angkatan Laut memperkuat layanan Rupiah hingga wilayah kepulauan melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Mandiri Jawa Timur 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 Agustus 2026 tersebut menjangkau tiga wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, yakni Pulau Sapudi, Pulau Raas, dan Pulau Tanjung Kiaok. Pelepasan tim dilakukan di Dermaga Komando Armada II TNI Angkatan Laut, Surabaya.
Ekspedisi ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Selain menyediakan layanan penukaran uang, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai penggunaan dan pemeliharaan Rupiah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengatakan ERB Mandiri Jawa Timur 2026 memiliki tiga fokus utama, yaitu memperkuat Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa, memperluas pemerataan layanan uang Rupiah sekaligus meningkatkan literasi masyarakat, serta memperkuat sinergi antarlembaga dalam memperluas akses keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi di wilayah kepulauan.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar perjalanan membawa uang Rupiah. Kegiatan ini merupakan perjalanan menghadirkan negara, memperluas jangkauan pelayanan, dan memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh hak yang sama untuk menggunakan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar,” ujarnya.
Selama ekspedisi, Tim ERB Mandiri Jawa Timur akan memberikan layanan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat sebagai bagian dari penerapan clean money policy. Masyarakat juga mendapatkan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, mulai dari mengenali ciri keaslian uang, cara memperlakukan dan merawat Rupiah, hingga memahami kedudukannya sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam memastikan layanan Rupiah dapat menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan. Bank Indonesia menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI Angkatan Laut, perbankan, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya dalam pelaksanaan ERB 2026.
Bagi Bank Indonesia, keberadaan Rupiah di wilayah kepulauan bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan transaksi masyarakat. Rupiah juga diposisikan sebagai simbol kedaulatan negara, identitas bangsa, dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, perluasan layanan sekaligus literasi Rupiah menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.
Melalui ERB Jawa Timur 2026, Bank Indonesia menargetkan jangkauan layanan Rupiah dan pemahaman masyarakat terus diperluas, sekaligus mendukung penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (feb, tama dini)












