Peristiwa

Enam Profesor Baru ITS Hadirkan Inovasi AI, Material Ramah Lingkungan hingga Sistem Kelistrikan Modern

44
×

Enam Profesor Baru ITS Hadirkan Inovasi AI, Material Ramah Lingkungan hingga Sistem Kelistrikan Modern

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukuhkan enam guru besar dari berbagai bidang keilmuan yang menghadirkan beragam inovasi, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pendidikan tinggi, material komposit berbahan limbah kelapa sawit, hingga teknologi pengolahan limbah dan sistem tenaga listrik modern.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC.) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. mengatakan kehadiran guru besar baru menjadi aset penting dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat komitmen ITS sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi berdampak bagi masyarakat.

“Melalui ketekunan dan integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen untuk tidak sekadar melahirkan pencapaian akademik, melainkan menghadirkan inovasi nyata,” ujarnya saat pengukuhan enam guru besar di Auditorium Gedung Research Center ITS, Kamis (9/7).

Guru Besar ke-247 ITS Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T. memperkenalkan konsep System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) yang dipadukan dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO). Model tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan kurikulum pendidikan tinggi melalui sistem yang adaptif, prediktif, serta mampu menghasilkan pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, Guru Besar Departemen Teknik Material dan Metalurgi Prof. Hosta Ardhyananta, S.T., M.Sc. menghadirkan inovasi Hybrid Syntactic Foam, material komposit berbasis matriks epoksi yang memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Material tersebut memiliki densitas rendah namun tetap memiliki kekuatan mekanik tinggi sehingga berpotensi diterapkan pada sektor transportasi hingga industri pertahanan.

Inovasi di bidang lingkungan diperkenalkan oleh Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan Prof. Ipung Fitri Purwanti, S.T., M.T., Ph.D. melalui penelitian bioremediasi menggunakan bakteri alami yang diisolasi dari tanah tercemar kerosin. Teknologi tersebut terbukti mampu menurunkan kadar hidrokarbon dan logam berat secara berkelanjutan dalam pemulihan lingkungan yang tercemar.

Selanjutnya, Guru Besar Departemen Teknik Kimia Prof. Dr. Eng. Kusdianto, S.T., M.Sc.Eng. mengembangkan teknologi fotokatalis berbasis komposit seng oksida yang mampu mengurai limbah cair serta emisi gas beracun secara lebih efektif sebagai solusi pengolahan limbah di Indonesia.

Pada bidang rekayasa konstruksi, Guru Besar Departemen Teknik Sipil Prof. Data Iranata, S.T., M.T., Ph.D. memperkenalkan pemodelan sambungan komposit yang mampu memprediksi sekaligus mengendalikan tingkat kerusakan bangunan akibat gempa. Inovasi tersebut diharapkan mendukung pembangunan konstruksi yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Sementara itu, Guru Besar Departemen Teknik Elektro Prof. Dr. Eng. Ardyono Priyadi, S.T., M.Eng. memaparkan riset mengenai integrasi teknologi superkapasitor pada sistem tenaga listrik modern. Teknologi tersebut dinilai mampu memperpanjang toleransi sistem kelistrikan sekaligus mengurangi risiko pemadaman listrik berskala besar.

Pengukuhan enam guru besar tersebut menambah jajaran profesor ITS sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi di berbagai bidang strategis. Beragam riset yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan solusi bagi tantangan di sektor pendidikan, lingkungan, infrastruktur, industri, hingga energi. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *