Gubernur Khofifah Sebut KH. Miftachul Akhyar Ulama Yang Dalam Ilmunya dan Sejuk Dakwahnya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan syukur alhamdulillah dan  selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

Gubernur Khofifah mengatakan terpilihnya KH Miftachul Akhyar untuk mengemban amanah baru tersebut adalah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat  Jawa Timur.

“Alhamdulillah KH Miftachul Akhyar mendapat mandat sebagai Ketua Umum MUI. Jawa Timur tentu bersyukur kali ini Ketum MUI adalah Ulama Jawa Timur yang juga Rais Aam Syuriah PBNU,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sosok KH Miftachul Akhyar adalah ulama tersohor asal Jawa Timur. Kiai sepuh tersebut hingga saat ini adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.

Dikatakan Gubernur Khofifah, ada harapan besar warga masyarakat Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya  pada sosok Ketua Umum MUI yang kini dijabat oleh KH Miftachul Akhyar tersebut.

“Saya justru ingin mengutip kembali pidato beliau sesaat setelah terpilih ketua umum MUI. Beliau berpesan bahwa tugas ulama adalah berdakwah dengan mengajak bukan  mengejek. Merangkul, bukan memukul. Menyayangi bukan menyaingi. Mendidik bukan membidik. Membina bukan menghina. Mencari solusi bukan mencari simpati. Membela bukan mencela. Ini referensi pendakwah, muballigh-muballighoh yang luar biasa,” lanjut Khofifah.

Dengan semangat menjaga tata cara berdakwah yang santun tersebut, Gubernur Khofifah meyakini bahwa hal tersebut akan semakin luas penyampaian pesan pada semua umat, bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin.

“Apa yang beliau juga sampaikan dalam pidatonya yaitu bahwa dakwah ulama harus mengedepankan kasih sayang. Hal tersebut akan menjadi sesuatu yang dalam dan ‘sejuk’ yang kita harapkan bersama ulama yang ada di Indonesia akan menguatkan persatuan dan persaudaraan kita sebagai warga bangsa dan negara,” tegasnya.

KH Miftachul Akhyar merupakan tokoh ulama yang lahir dan besar di Jawa Timur. Beliau lahir pada tanggal 1 Januari 1953. Beliau  merupakan seorang Ulama dan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020.

KH Miftachul Akhyar menggantikan KH Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU setelah yang bersangkutan mengundurkan diri karena maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. KH Miftachul Akhyar tercatat pernah ‘nyantri’ di beberapa pesantren ternama, di antaranya Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pondok Pesantren Al-Anwar Lasem Sarang, Jawa Tengah.

KH Miftachul Akhyar juga mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia. KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2020-2025 dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke X yang berlangsung 25 – 27 November 2020. (q cox, tama dinie)

Reply