SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Penggunaan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua dinilai belum efektif dalam mendukung prestasi anak. Hal ini disampaikan Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof. Imas Maesaroh, dalam talkshow EduFun East di Surabaya.
Menurut Prof. Imas, banyak orang tua merasa sudah cukup terlibat dalam pendidikan anak hanya dengan mengikuti grup WhatsApp wali kelas. Padahal, platform tersebut tidak dirancang untuk kebutuhan komunikasi pendidikan yang spesifik. “WhatsApp itu tidak dirancang untuk pendidikan. Kita yang memaksanya jadi alat komunikasi sekolah-orang tua karena tidak ada yang lain,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah penelitian internasional yang menunjukkan pentingnya komunikasi yang terstruktur antara guru dan orang tua. Studi yang dilakukan Profesor Peter Bergman pada 2021 menunjukkan bahwa pemberian informasi rutin terkait perkembangan anak mampu meningkatkan kompetensi akademik secara signifikan.
Penelitian lanjutan di West Virginia juga mencatat penurunan angka kegagalan mata pelajaran hingga 27 persen ketika orang tua menerima informasi terkait ketidakhadiran atau tugas anak secara langsung. Sementara studi di Chile menunjukkan peningkatan nilai matematika dan kehadiran siswa.
Prof. Imas menilai, efektivitas komunikasi tersebut tidak dapat digantikan oleh grup WhatsApp yang cenderung bersifat umum dan tidak terpersonalisasi. Ia menyebut ada lima kelemahan utama, mulai dari informasi yang bersifat broadcast, pesan penting yang mudah tenggelam, hingga beban notifikasi yang justru mengganggu orang tua.
Selain itu, isu privasi juga menjadi perhatian, karena informasi sensitif terkait siswa tidak seharusnya disampaikan dalam forum terbuka.
Sebagai alternatif, ia menekankan pentingnya sistem komunikasi yang mampu menyajikan data spesifik setiap anak secara real-time. Setidaknya, orang tua perlu mendapatkan informasi dasar seperti kehadiran, perkembangan akademik, jadwal kegiatan, serta akses komunikasi dengan pihak sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan platform digital yang mengintegrasikan data akademik dan kehadiran siswa secara langsung kepada orang tua. Kehadiran sistem semacam ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. (feb, tama dini)












