JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Antusiasme perempuan Indonesia untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari tingginya minat terhadap Women’s Space Mentorship Program yang diinisiasi ParagonCorp bersama APDC Indonesia, dengan jumlah pendaftar mencapai 3.894 orang hanya dalam waktu dua pekan. Dari ribuan pendaftar tersebut, hanya 60 peserta terbaik yang terpilih mengikuti Women’s Space Mentorship Bootcamp 2026.
Women’s Space merupakan program pengembangan kepemimpinan yang dirancang sebagai safe space bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, dan memperluas dampak positif di lingkungan sekitarnya. Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh pembelajaran intensif, jejaring profesional, serta pendampingan langsung dari para pemimpin perempuan lintas sektor.
Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semakin banyak perempuan Indonesia yang ingin mengambil peran lebih besar sebagai pemimpin, baik di dunia profesional, kewirausahaan, maupun pemberdayaan masyarakat.
“Perempuan sering kali menjalani banyak peran dalam kehidupannya, baik sebagai profesional, pengusaha, penggerak komunitas maupun bagian dari keluarga. Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, tidak selalu mudah menyediakan ruang bagi diri sendiri untuk belajar dan bertumbuh. Melalui Women’s Space Mentorship Program, kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan suportif agar perempuan dapat mengenali potensinya, memperkuat kapasitas kepemimpinannya, serta berani melangkah lebih jauh dalam menciptakan dampak bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Sebanyak 60 peserta terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Manokwari, Papua. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, seperti pelaku usaha (entrepreneur), penggerak organisasi sosial dan lembaga swadaya masyarakat (NGO), hingga profesional dari berbagai sektor.
Peserta yang lolos seleksi berada pada rentang usia 25 hingga 38 tahun, dengan rata-rata usia sekitar 30 tahun. Selama mengikuti program, mereka akan memperoleh berbagai materi melalui kelas intensif (masterclass) dan sesi pendampingan (mentorship) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan.
Lebih dari sekadar pelatihan, Women’s Space Mentorship Program dirancang sebagai proses inkubasi kepemimpinan yang membantu peserta memahami potensi diri, meningkatkan kemampuan komunikasi dan storytelling, mengembangkan keterampilan memimpin tim, hingga memperkuat literasi keuangan sebagai bekal membangun karier, usaha, maupun kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Untuk memastikan proses pembelajaran lebih relevan, peserta akan dibagi ke dalam tiga kelompok pendampingan berdasarkan bidang kontribusinya, yakni Entrepreneur, Socio Entrepreneur/NGO, dan Professional Across Sectors. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi masing-masing peserta.
Menurut dr. Sari, kepemimpinan perempuan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang lebih luas bagi organisasi, komunitas, hingga masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan APDC Indonesia, Women’s Space diharapkan dapat membangun ekosistem perempuan yang saling mendukung, menginspirasi, dan bertumbuh bersama. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen ParagonCorp dalam mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu memberikan dampak positif di berbagai bidang.
“Ketika perempuan diberi ruang yang aman untuk belajar, bermimpi, dan bertumbuh, mereka tidak hanya mengembangkan dirinya sendiri. Mereka menggerakkan keluarga, tim, organisasi, dan komunitas di sekitarnya. Karena itu, Women’s Space hadir bukan hanya sebagai program mentorship, tetapi sebagai ruang yang mengingatkan setiap perempuan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk bersinar dan tidak perlu berjalan sendirian dalam perjalanan kepemimpinannya,” tutupnya.
Melalui Women’s Space Mentorship Bootcamp 2026, ParagonCorp berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu mengembangkan potensi kepemimpinan, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. (feb, tama dini)












