Peristiwa

ITS dan DEN Perkuat Strategi Energi Biru untuk Dukung Transformasi Ekonomi Pesisir

76
×

ITS dan DEN Perkuat Strategi Energi Biru untuk Dukung Transformasi Ekonomi Pesisir

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember bersama Dewan Energi Nasional memperkuat sinergi dalam mendorong strategi energi biru dan transformasi ekonomi pesisir melalui Sarasehan Energi bertajuk Strategi Energi Biru dan Transformasi Ekonomi Pesisir yang digelar di Auditorium Research Center ITS, Senin (18/5/2026).

Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat arah kebijakan energi nasional yang dinilai harus semakin inklusif dan adaptif menghadapi ancaman krisis global.

Anggota DEN Pemangku Kepentingan, Satya Widya Yudha, menekankan pentingnya penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global. “Kami hadir di ITS untuk bersama-sama melihat bagaimana implementasi kebijakan ini bisa dilakukan,” ujarnya.

Menurut Satya, kolaborasi antara DEN dan perguruan tinggi akan ditindaklanjuti melalui penyusunan peta jalan kerja sama yang lebih luas untuk mendukung target energi nasional jangka panjang. Ia menilai terdapat dua pilar utama yang harus dipersiapkan perguruan tinggi, yakni penguasaan teknologi energi dan kesiapan sumber daya manusia masa depan.

Wakil Rektor III Bidang SDMO dan TSI ITS, Imam Baihaqi, menegaskan ITS siap mendukung langkah pemerintah melalui penguatan riset, inovasi teknologi, dan pengembangan SDM khususnya di bidang maritim dan energi. “ITS memandang bahwa transisi energi perlu ditempatkan dalam kerangka kedaulatan energi, dekarbonisasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

ITS melalui Pusat Studi Energi dan Sumber Daya Mineral (PS ESDM) juga telah mengarahkan berbagai riset dan pengabdian masyarakat agar selaras dengan agenda strategis nasional. Beberapa fokus pengembangan riset ITS meliputi: energi bersih terbarukan, konservasi energi, smart grid dan microgrid, hidrogen, dekarbonisasi industri, CCUS, bioenergi, digital energy, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di sektor energi.

Sementara itu, Wakil Rektor IV ITS, Agus Muhamad Hatta, menilai penyusunan peta jalan kerja sama menjadi penting agar penguasaan teknologi energi nasional lebih terukur hingga target tahun 2060 mendatang. “Jadi kita tahu teknologi apa saja yang hendak kita kuasai dan bagaimana kesiapan SDM-nya untuk target di tahun 2060 mendatang,” katanya.

Hatta juga menawarkan berbagai keunggulan riset ITS di sektor maritim yang dinilai sejalan dengan konsep energi biru DEN dalam mendorong penguatan ekonomi wilayah pesisir.

Menurutnya, ITS telah memiliki blueprint dan pilot project terkait pemanfaatan energi laut, termasuk: pengembangan pembangkit listrik tenaga arus laut, hingga penempatan PLTS terapung di kawasan perairan. “Energi biru telah menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” ungkapnya.

Kolaborasi ITS dan DEN tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi energi berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis potensi maritim Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *