ITS Digandeng PT PAMA Launching Program Internship

SURABAYA (Suarapubliknews) – Dunia industri membutuhkan kompetensi karyawan yang inovatif dan mumpuni. Guna mewujudkan hal ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) digandeng oleh perusahaan pertambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melakukan launching Program Pama Exclusive Internship (PEXI) di Gedung Pusat Robotika ITS.

Mengangkat tema Pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0, helatan ini juga menghadirkan Wali Kota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT untuk memberikan materi.

Wali Kota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT mengatakan dirinya sebagai wakil Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap menerima berbagai bentuk kerjasama dengan ITS, terutama terkait program magang maupun rekrutmen pekerja.

Sebab, dari 21.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surabaya yang direkrutnya dahulu, kini hanya tersisa kurang dari 12.000 pegawai. “Perbandingannya sekarang 1.885 masyarakat hanya dilayani satu orang PNS. Kita (Pemkot Surabaya, red) sebenarnya butuh pegawai dan teknologi yang menunjang,” katanya.

Agar memiliki kompetensi yang mumpuni, mahasiswa harus memiliki beberapa hal. Di antaranya harus tetap tekun dengan apapun yang dijalani, berani mengambil langkah solutif, serta tetap menghargai orang lain.

“Saya selalu belajar dari siapapun, dari tukang sapu jalanan hingga hewan sekalipun. Seperti bagaimana seekor semut berusaha bertahan hidup dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya,” tutur Risma.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dalam sambutannya mengatakan bahwa program internship ini sangat sesuai dengan visi ITS hingga 2025, yakni sebagai Entrepreneurial University.

Dengan visi tersebut, program ini selaras dengan target ITS untuk melahirkan para saintis, ahli, pengusaha, ataupun mencetak produk-produk yang berguna bagi masyarakat luas. “Dalam visi ITS, terdapat satu kata kunci utama, yaitu inovasi. Ini yang harus dikembangkan agar dapat mencapai kelas dunia dan dapat berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” katanya.

Terkait program internship sejalan dengan salah satu poin dari program Kampus Merdeka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yakni adanya pemberian hak bagi mahasiswa untuk mengambil pembelajaran di luar kampus selama tiga semester atau sekitar 60 Satuan Kredit Semester (SKS).

“Jadi andaikan mahasiswa magang di sebuah perusahaan tidak perlu mengajukan cuti, tapi nanti akan diekivalensikan dengan SKS pada bidang-bidang studi yang terkait,” papar Ashari.

Human Capital General Services (HCGS) and Safety Health Environment (SHE) Director PT PAMA Ari Sutrisno mengatakan, salah satu alasan PT PAMA memilih ITS sebagai tempat launching karena kemampuan mahasiswa ITS yang dinilai mumpuni di bidangnya.

Mahasiswa ITS dinilai memiliki etos kerja yang tinggi dan kemampuan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang baik. “Hal itu dibuktikan saat kami (PT PAMA, red) bekerja sama untuk pengelolaan limbah dengan Departemen Teknik Lingkungan ITS dahulu, dan hasilnya ITS memiliki tingkat loyalitas tertinggi kedua yaitu sebesar 83 persen,” katanya.

Sementara itu, didapuk sebagai pembicara terakhir, Guru Besar Teknik Elektro ITS Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng menambahkan bahwa tak hanya mahasiswa yang harus berkembang, namun perguruan tinggi juga perlu melakukan perkembangan. Dengan adanya kebijakan serta program-program baru, perguruan tinggi harus dapat menganalisa dan mendesai kurikulum yang sesuai. (q cox, Tama Dinie)

Reply