Peristiwa

ITS Gandeng Mitra Taiwan Kembangkan Teknologi Waste to Energy

72
×

ITS Gandeng Mitra Taiwan Kembangkan Teknologi Waste to Energy

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi alternatif bersama mitra dari Taiwan. Kolaborasi tersebut berlangsung dalam konsorsium Taiwan-Indonesia Science Technology Innovation Centre (TI-STIC) di Auditorium Research Centre ITS.

Dalam konsorsium tersebut, ITS bekerja sama dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) serta Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) guna memperkuat inovasi teknologi pengelolaan limbah berkelanjutan di Indonesia.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhamad Hatta, mengatakan pengembangan teknologi waste to energy menjadi solusi konkret dalam menghadapi peningkatan volume sampah di tengah urbanisasi dan pertumbuhan populasi. “Limbah sesungguhnya memiliki potensi sumber daya yang mendukung transisi sistem energi bersih yang bernilai,” ujarnya.

ITS sendiri telah memiliki sejumlah inovasi pengolahan sampah menjadi energi, salah satunya melalui Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo yang telah beroperasi sejak 2021. Selain itu, terdapat pula inovasi degradasi plastik dengan biomassa menjadi biofuel yang dikembangkan oleh Hendro Juwono dari Departemen Kimia ITS.

Menurut Hatta, kolaborasi melalui TI-STIC juga membuka peluang integrasi investasi strategis untuk mendukung ekosistem teknologi hijau yang lebih aplikatif dan terukur. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu: mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menekan emisi gas rumah kaca, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Executive Director of Science and Technology Division Taipei Economic and Culture Office in Australia, En-Cheng Yang, menilai kerja sama antara Indonesia dan Taiwan tidak hanya sebatas berbagi tantangan, tetapi juga menciptakan solusi bersama melalui sinergi teknologi kedua negara.

“Ke depan, diharapkan akan tercipta pengembangan teknologi, perancangan kebijakan, dan talenta muda yang bersinergi untuk menjawab berbagai persoalan yang masih belum terselesaikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Taiwan telah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sistem pengelolaan limbah berbasis teknologi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem serupa di Indonesia.

Melalui forum tersebut, ITS menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus pengembangan teknologi ramah lingkungan berbasis kolaborasi internasional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (feb, tam dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *