SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat kapasitas riset dan inovasinya dengan mengukuhkan lima profesor baru dari berbagai bidang keilmuan.
Beragam penelitian yang dihasilkan para guru besar tersebut menawarkan solusi bagi sejumlah tantangan nasional, mulai dari mitigasi krisis ekonomi, pengembangan energi terbarukan, sistem telekomunikasi, teknologi maritim otonom, hingga pembangkit listrik hibrida. Pengukuhan lima guru besar berlangsung di Auditorium Lantai 11 Gedung Research Centre ITS, Kamis (16/7).
Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengatakan bertambahnya jajaran profesor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi bagian dari upaya ITS memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, riset, dan inovasi. “Sebab, ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat bagi kehidupan bangsa,” ujarnya.
Guru Besar ke-253 ITS, Prof. Dr. rer. pol. Dedy Dwi Prastyo SSi MSi, memperkenalkan konsep Integrated Decision Intelligence yang menggabungkan statistika finansial, machine learning, dan analisis risiko dalam satu sistem prediksi.
Menurut Dedy, model tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah maupun dunia industri sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai potensi krisis ekonomi secara lebih adaptif.
Di bidang energi terbarukan, Prof. Dr. Ir. Bambang Arip Dwiyantoro ST MEng mengembangkan teknologi panel surya dan solar chimney yang memanfaatkan panas matahari untuk menghasilkan aliran udara sebagai penggerak turbin pembangkit listrik.
“Melalui optimasi desain geometri, efisiensi pembangkit ramah lingkungan ini meningkat secara signifikan hingga menghasilkan daya listrik lebih dari 750 persen dibandingkan rancangan sebelumnya,” jelas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut.
Sementara itu, Guru Besar Teknik Elektro ITS Prof. Dr. Ir. Achmad Mauludiyanto MT mengembangkan pemodelan gelombang radio yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Ia menilai pemodelan yang akurat mampu membantu menekan biaya implementasi jaringan sekaligus meningkatkan kualitas layanan komunikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Masih dari Departemen Teknik Elektro, Prof. Dr. Ir. Ari Santoso DEA menggagas pengembangan sistem otonom yang mampu beroperasi secara terintegrasi di bawah laut, permukaan laut, maupun udara.
Menurutnya, teknologi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarpulau, keselamatan pelayaran, mitigasi bencana, hingga penguatan ekonomi biru Indonesia.
Adapun Guru Besar ke-257 ITS, Prof. Dr. Ir. Imam Abadi ST MT dari Departemen Teknik Fisika, mengembangkan sistem pembangkit listrik hibrida cerdas yang mengombinasikan energi surya dan angin. “Sistem cerdas ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik hingga 25,12 persen dibandingkan panel konvensional,” ujarnya.
Melalui pengukuhan lima profesor baru tersebut, ITS berharap hasil-hasil riset yang lahir tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi berbagai sektor strategis nasional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan. (feb, tama dini)












