Kejari Tanjung Perak Eksekusi Terpidana Perkara Jual Beli Kayu Senilai Rp 3,6 Miliar

SURABAYA (Suarapubliknews) – Dirut PT Daha Tama Adikarya, Imam Santoso dijemput paksa penyidik Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Selasa 8 Februari 2022. Terpidana perkara penipuan dan penggelapan uang jual beli kayu senilai Rp3,6 miliar itu divonis penjara 2 tahun penjara oleh Mahmakah Agung.

Imam ditangkap di rumahnya di kawasan Dharmahusada Indah Timur Surabaya sekitar jam 14.15 WIB tanpa perlawanan.

Kepala Kejari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi melalui Kasi Intel Kejari Tanjung Perak, Putu Arya Wibisaba mengatakan eksekusi terhadap Dirut PT Daha Tama Adikarya ini berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, yakni putusan kasasi Nomor: 170/K/PID/2022.

“Putusan kasasinya 2 tahun penjara, dan telah incracht,” kata Putu didampingi Kasipidum Hamonangan P.

Setelah menjalani proses administrasi di seksi pidana umum (Pidum) Kejari Tanjung Perak, selanjutnya terpidana Imam Santoso dijebloskan ke Rutan Medaeng Surabaya.

Diketahui, Imam Santoso dipolisikan korban Willyanto Wijaya lantaran dirugikan sebesar Rp3,6 miliar dari bisnis jual beli kayu. Modusnya, terpidana tak mengirimkan kayu yang dipesan korban sejak 2017 lalu.

Padahal, korban sudah membayarkan pembelian itu. Selain tak mengirimkan kayu yang dipesan, Imam juga tak mengembalikan uang korban. Justru, uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan PT Randoetatah Cemerlang, yang tidak ada kaitannya korban.

Akibat laporan itu, Imam diseret ke meja hijau Pengadilan Surabaya. Hasilnya, hakim memvonis Imam bersalah dan dihukum 1 tahun penjara pada 2 Juni 2021. Tak terima, MA lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Hasilnya sama, Imam divonis bersalah dan dihukum 1 tahun pada 20 Agustus 2021.

Atas putusan itu, Imam mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan dijatuhi pidana lebih berat 2 tahun kurungan penjara pada 27 Januari 2022.

Imam Santoso dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHPidana. Dia sebelumnya dituntut oleh JPU Kejari Tanjung Perak Sulfikar dengan pidana penjara selama 3 tahun. (q cox)

Reply