PemerintahanPeristiwa

Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Kompor Plasma dan Motor Listrik ITS Segera Masuk Industri

71
×

Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Kompor Plasma dan Motor Listrik ITS Segera Masuk Industri

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan inovasi nasional. Dukungan tersebut datang langsung dari Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Mohammad Fauzan Adziman, saat meninjau sejumlah inovasi unggulan ITS di kawasan ITS Science Techno Park (STP).

Dalam kunjungannya, Fauzan mendorong agar berbagai hasil riset ITS, khususnya inovasi kompor plasma dan motor listrik, dapat segera memasuki tahap hilirisasi dan dipasarkan ke industri maupun masyarakat luas. Menurutnya, inovasi perguruan tinggi harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat, termasuk isu ketahanan energi dan kelangkaan elpiji.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah kompor plasma karya peneliti ITS. Berbeda dengan kompor induksi konvensional, teknologi ini menggunakan filamen khusus yang menghasilkan panas menyerupai api sungguhan sehingga dinilai lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat dalam memasak.

Fauzan menilai pengembangan teknologi tersebut berpotensi membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi. “Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif,” ujarnya.

Selain kompor plasma, ITS juga memamerkan pengembangan kendaraan listrik yang selama ini menjadi salah satu fokus riset kampus.

Fauzan menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan aspek non-teknis seperti pembiayaan, perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur massal.

“Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri, sebab modelling financing, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus turut diperhatikan,” katanya.

Karena itu, Ditjen Risbang Kemdiktisaintek disebut siap membentuk konsorsium lintas disiplin untuk mempercepat hilirisasi produk inovasi nasional.

Konsorsium tersebut nantinya akan melibatkan berbagai bidang keilmuan mulai dari elektronika, teknik fisika, ekonomi, hingga hukum guna mendukung regulasi dan pengembangan industri. “Diperlukan konsorsium lintas disiplin untuk mengawal regulasi serta hilirisasi produk,” tambahnya.

Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Agus Muhamad Hatta, mengatakan ITS terus memperkuat sinergi antara kampus, pemerintah, dan industri dalam pengembangan teknologi masa depan. “Kehadiran pihak kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara diyakini mampu menjembatani celah antara prototipe riset dan produk komersial,” ujarnya.

Menurut Hatta, ITS memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan kendaraan listrik nasional mulai dari sepeda motor listrik, mobil listrik, hingga bus listrik. Ke depan, ITS akan fokus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan produk baru serta program konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik.

ITS juga optimistis proses standardisasi industri dapat dipercepat karena kampus tersebut telah memiliki fasilitas laboratorium pengujian dan sertifikasi yang dipercaya pemerintah.

Melalui penguatan ITS Science Techno Park dan pengembangan teknologi berbasis semikonduktor, ITS ingin memperkuat perannya sebagai pusat inovasi teknologi nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.

Langkah tersebut juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, industri, inovasi, dan infrastruktur. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *