Peristiwa

Komunitas Disabilitas Gelar #SeruHore di Balai Pemuda, Dorong Ruang Ekspresi Lewat Fotografi

72
×

Komunitas Disabilitas Gelar #SeruHore di Balai Pemuda, Dorong Ruang Ekspresi Lewat Fotografi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Upaya menghadirkan ruang ekspresi yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui berbagai kegiatan kreatif di ruang publik. Salah satunya dilakukan oleh komunitas Disabilitas Berkarya melalui kegiatan fotografi bertajuk #SeruHore, yang digelar di kawasan bersejarah Balai Pemuda.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak disabilitas untuk mengeksplorasi minat dan bakat di bidang fotografi, sekaligus memperluas ruang partisipasi mereka di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memotret berbagai sudut Balai Pemuda, yang dikenal sebagai salah satu ikon sejarah Kota Surabaya. Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan pembelajaran dasar fotografi, baik menggunakan kamera maupun perangkat ponsel.

Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kepercayaan diri peserta dalam berkarya.

Kegiatan ini juga melibatkan komunitas Kampung Dolanan sebagai objek pemotretan. Komunitas yang dikenal aktif melestarikan permainan tradisional ini tidak hanya menjadi objek visual, tetapi juga menghadirkan unsur edukasi budaya bagi peserta.

Interaksi tersebut memberikan pengalaman yang lebih luas, menggabungkan kreativitas visual dengan pemahaman terhadap nilai budaya lokal.

Founder kegiatan, Leo Gemati, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas. “Melalui pendekatan kreatif seperti fotografi, peserta diharapkan dapat mengekspresikan diri sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Plazakamera sebagai bagian dari kolaborasi lintas komunitas.

Lebih dari sekadar aktivitas kreatif, #SeruHore juga menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inklusivitas di ruang publik. Dengan menghadirkan kegiatan yang terbuka dan partisipatif, diharapkan semakin banyak ruang yang ramah dan mendukung pengembangan potensi penyandang disabilitas. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *