KSEI Sosialisasi AKSes di Surabaya & Jombang

SURABAYA (Suarapubliknews) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi dengan menyambangi kota Surabaya dan Jombang.

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan kegiatan ini selain bertujuan meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia juga memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur dan pencapaian KSEI.

“Fasilitas AKSes ini belum banyak dimanfatkan oleh investor. Ini terlihat dari jumlah investor yang melakukan login AKSes relatif masih rendah,” katanya.

Berdasarkan data investor nasional, dari dari 1.084.158 Sub Rekening Efek (SRE) dan 875.827 Single Investor Identification (SID), yang melakukan login AKSes hanya 99.505. Padahal, kalau investor setiap saat login AKSes bisa melihat perubahan neraca keuangan pada portofolio investasi yang dimiliki.

Sementara itu pemilihan kota Surabaya sebagai tujuan sosialisasi KSEI di awal 2019 ini dikarenakan berdasarkan data KSEI per akhir Februari 2019, provinsi Jawa Timur menempati urutan ke 3 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia.

Dengan jumlah investor sebanyak 111.087 dan dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 41.607 investor berdomisili di kota Surabaya yang merupakan terbesar di Jawa Timur. Adapun jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Februari 2019, telah mencapai sekitar 1.729.198 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

“Beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia dan kami berharap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal,” kata Friderica.

Sepanjang tahun 2018, KSEI telah merampungkan beberapa pengembangan seperti implementasi C-BEST Next-G, sistem untuk aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek di pasar modal, yang dikembangkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. Berdasarkan data KSEI, pada tahun 2017-2018, jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat 44 persen sepanjang tahun 2018.

Berdasarkan data KSEI, pada tahun 2017 – 2018, jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat 44% sepanjang tahun 2018. Kapasitas sistem KSEI generasi terbaru tersebut meningkat 6 kali lipat dan mampu menangani hingga 3 juta investor.

Dikemukakan, KSEI juga mengambil peran penting dalam implementasi perubahan siklus penyelesaian transaksi yang sebelumnya 3 hari (T+3) menjadi 2 hari (T+2), yang mulai diterapkan pada perdagangan Bursa per tanggal 26 November 2018.

Peran KSEI sangat penting dalam proses tersebut, karena penyelesaian transaksi pada 28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+3 hari terakhir (Jumat, 23 November 2018), dan perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 hari pertama pada Senin (26 November 2018).

KSEI juga sukses melaksanakan Double Settlement pada 28 November 2018. Dan beberapa pengembangan lain yang tengah dilakukan di antaranya inisiasi simplifikasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015 – 2019.

KSEI telah memulai inisiatif ini sejak 2016 dengan target awal adanya pedoman untuk penggunaan aplikasi elektronik dalam pembukaan rekening serta adanya pedoman untuk pembukaan RE agar dapat dilakukan melalui cabang-cabang Bank Administrator RDN. (q cox, Tama Dinie)

Reply