Laporkan PT Adhi Karya ke Dewan, Ini Tuntutan Warga Gunung Anyar Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Menjadi korban jebolnya pipa PDAM akibat proyek pembangunan UINSA Surabaya, sejumlah tokok masyarakat (tomas) warga Gunung Anyar Surabaya mengeluhkan sikap PT Adhi Karya selaku kontraktor ke anggota DPRD Surabaya.

Warga perwakilan yang terdiri dari pengurus LPMK dan Ketua RW ini mengadu ke Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni, bahwa kontraktor tidak peduli terhadap masyarakat sekitar proyek pembangunan kampus UINSA.

“Padahal warga Gunung Anyar terdampak secara langsung aktivitas pembangunan tersebut, bahkan ketika masa pandemik Covid 19 disaat sejumlah pengurus RT dan RW menggalang donasi untuk warga yang terdampak, namun PT Adhi Karya tidak tergerak untuk memberikan donasi,” tutur Arif Fathoni. Rabu (20/05/2020)

Hasil dari pertemuan dengan sejumlah perwakilan warga Gunung Anyar, lanjut Tony-sapaan akrab Arif Fathoni, dihasilkan sejumlah tuntutan kepada PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana, diantaranya:

  • Dibangunkan balai RW yang representativ, karena didalam proyek ada tangkis sungai yang masuk
  • Warga sekitar sebagian dapat di pekerjakan dilingkungan proyek, sudah ada kesanggupan hanya diserap 2 orang, namun sampai saat ini tidak kunjung ada realisasi
  • Berharap PDAM Surabaya meminta ganti rugi kepada kontraktor, warga yang tambaknya terkena aliran air pecahan pipa PDAM juga harus dikompensasi oleh kontraktor

Berikut adalah pandangan Arif Fathoni terkait keberadaan proyek pembangunan UINSA Surabaya :

1. Meskipun aturan tentang persetujuan tetangga kanan dan kiri dalam dokumen Amdal sudah dihapus, sebaiknya kontraktor tetap harus kulo nuwun terhadap warga sekitar dan memberikan kompensasi terhadap warga yang terdampak aktivitas pembangunan tersebut, karena warga sekitar yang merasakan langsung kebisingan baik aktivitas pembangunan tiang pancang maupun debu yang bertebaran karena lalu lalang truck pengangkut material

2. Sebagai BUMN andalan bangsa Indonesia, mestinya PT Adhi Karya bisa menjadi agen perubahan ekonomi dimana dia mengerjakan proyek, tidak semata mata mengejar keuntungan semata, namun harus memiliki kewajiban menggerakkan ekonomi setempat dengan menyerap tenaga kerja masyarakat setempat sesuai dengan kebutuhan ” Masyarakat sekitar harus menikmati kue industrialisasi, jangan menjadi penonton saja, tapi harus terlibat ”

3. Mengenai permintaan warga tentang pembangunan balai RW, saya pikir dengan nilai proyek yang ratusan Milyar, mestinya permintaan tersebut bisa dipenuhi, toh hal itu bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang, ” Biar menjadi prasasti, ini lho hasil karya PT Adhi Karya buat masyarakat Gunung Anyar

4. Karena ini proyek UINSA, pihaknya berharap dengan nilai luhur yang dijunjung perguruan tinggi negri, pihaknya berharap Rektor UINSA bisa mendorong kontraktor pelaksana untuk berbicara dengan warga dari hati ke hati, sehingga bisa tercipta harmonisasi dikalangan masyarakat. (q cox)

Reply