Jatim RayaPeristiwaPolitik

Menuju 2029, Anak Tokoh-Tokoh Besar PDIP Surabaya Mulai Menyapa Akar Rumput

130
×

Menuju 2029, Anak Tokoh-Tokoh Besar PDIP Surabaya Mulai Menyapa Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Konsolidasi kader PDI Perjuangan di Kecamatan Rungkut berlangsung dengan suasana berbeda. Kegiatan yang dihadiri jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting hingga anak ranting itu menjadi momentum munculnya generasi baru kader muda yang merupakan putra para tokoh senior PDI Perjuangan Surabaya.

Mereka adalah Fauzan, putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Saleh Mukadar; Sangaji, putra almarhum Adi Sutarwijono yang pernah menjabat Ketua DPRD Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya; serta Dewa, putra almarhum Whisnu Sakti Buana, mantan Wakil Wali Kota Surabaya dan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Kehadiran ketiganya secara bersamaan di tengah kader akar rumput dinilai menjadi sinyal kuat proses regenerasi kepemimpinan partai menjelang kontestasi politik 2029. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diwarnai berbagai cerita, kenangan, serta semangat meneruskan perjuangan para senior partai.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam struktur dan aktivitas partai. Menurutnya, generasi muda harus mulai mengambil peran strategis karena pada Pemilu 2029 pemilih terbesar berasal dari kalangan Generasi Z dan Generasi Alfa.

“Bukan cuma anak biologis, tapi juga anak ideologis. Semangat perjuangan partai harus diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Fauzan yang disambut antusias para kader.

Sementara itu, Sangaji mengaku kehadirannya di tengah aktivitas partai merupakan langkah awal untuk melanjutkan perjuangan yang selama ini dirintis oleh ayahnya. “Ini mungkin langkah awal saya meneruskan perjuangan bapak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dewa tampil dengan gaya santai dan komunikatif. Kehadirannya berhasil mencairkan suasana dan mendapat perhatian dari kader senior maupun generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Surabaya, Anas Karno, dalam sambutannya mengenang peran besar almarhum Whisnu Sakti Buana dan almarhum Adi Sutarwijono dalam membangun kekuatan partai di Surabaya.

Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda konsolidasi, melainkan upaya merawat kesinambungan perjuangan partai. “2029 itu tidak lama lagi. Regenerasi harus dipersiapkan mulai sekarang agar perjuangan partai terus berlanjut,” ujarnya.

Anas juga mengajak seluruh kader untuk memperkuat soliditas internal dan meninggalkan sekat-sekat kelompok di dalam partai. “Tidak ada lagi kelompok-kelompokan. Tujuan kita satu, yakni membesarkan dan memenangkan PDI Perjuangan,” tegasnya.

Kehadiran generasi penerus para tokoh senior PDI Perjuangan tersebut mendapat sambutan positif dari kader. Sejumlah kader muda mengaku antusias melihat munculnya figur-figur baru yang siap terlibat langsung dalam aktivitas partai. Bahkan, beberapa kader senior menilai suasana konsolidasi tersebut mengingatkan mereka pada masa-masa perjuangan bersama para tokoh pendahulu.

“Rasanya seperti melihat semangat perjuangan para senior hidup kembali,” ujar salah seorang kader.

Munculnya generasi baru dari keluarga tokoh-tokoh besar PDI Perjuangan Surabaya pun menjadi perbincangan hangat di kalangan kader. Banyak yang menilai hal tersebut sebagai tanda bahwa proses regenerasi partai mulai berjalan dan dipersiapkan secara serius untuk menghadapi tantangan politik pada masa mendatang. (q cox, Es)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *