PeristiwaPolitik

DPRD Surabaya Dukung Aspirasi Mahasiswa, Cak Yebe: Kritik adalah Bagian Demokrasi

107
×

DPRD Surabaya Dukung Aspirasi Mahasiswa, Cak Yebe: Kritik adalah Bagian Demokrasi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan Cipayung Plus Kota Surabaya di depan Gedung DPRD Surabaya, Senin (15/6/2026). Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan kondisi masyarakat saat ini.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Surabaya yang tergabung dalam Cipayung Plus karena memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan bangsa. Yang juga patut diapresiasi, rekan-rekan mahasiswa mampu menjaga Kota Surabaya tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi,” kata Yona usai menemui massa aksi.

Aspirasi yang disampaikan mahasiswa mencakup sejumlah isu nasional, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan evaluasi.
Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD Surabaya memastikan seluruh aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami di DPRD Kota Surabaya mengapresiasi dan siap mengawal sepenuhnya apa yang menjadi aspirasi serta tuntutan mahasiswa. Aspirasi ini akan kami teruskan dan komunikasikan sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujar politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe.

Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah harus terus dijaga agar setiap kebijakan publik dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Mahasiswa adalah bagian dari kontrol sosial yang memiliki peran penting dalam mengingatkan seluruh penyelenggara negara. Aspirasi yang disampaikan secara tertib dan konstruktif tentu menjadi masukan yang berharga bagi perbaikan kebijakan publik,” tegasnya.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Cak Yebe memastikan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program prioritas nasional tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Menurutnya, setiap kritik dan masukan yang bertujuan memperbaiki tata kelola program harus diterima sebagai bagian dari upaya penyempurnaan bersama.

“Kami akan terus mengawal berbagai program pemerintah, termasuk revitalisasi tata kelola MBG. Jika ditemukan kendala atau persoalan di lapangan, DPRD siap bersama masyarakat dan mahasiswa mendorong perbaikan demi kepentingan rakyat,” ujar mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya tersebut.

Selain mengapresiasi mahasiswa, Cak Yebe juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang mengawal jalannya aksi. Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Surabaya beserta seluruh jajaran yang telah bersikap humanis dalam melakukan pengamanan aksi massa. Pendekatan yang mengedepankan dialog dan pengayoman membuat penyampaian aspirasi mahasiswa hari ini dapat berjalan tertib, aman, dan lancar,” katanya.

Ia menilai sinergi antara mahasiswa, DPRD, dan aparat keamanan menjadi contoh positif dalam menjaga iklim demokrasi di Kota Surabaya. Pola komunikasi yang terbuka dan saling menghormati dinilai penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara konstruktif.

“Surabaya telah menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan dengan baik. Mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya secara terbuka, DPRD menerima dan mengawal aspirasi tersebut, sementara aparat keamanan menjalankan tugasnya secara profesional dan humanis,” ujarnya.

Cak Yebe berharap semangat kepedulian mahasiswa terhadap persoalan bangsa terus terjaga. Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif agar pembangunan dan demokrasi dapat berjalan beriringan.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak tetap mengedepankan dialog, menjaga persatuan, dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *