NasionalPeristiwa

ParagonCorp Buka Beasiswa 2026, Dua Jalur Dorong Mahasiswa Bertumbuh dan Berdaya

104
×

ParagonCorp Buka Beasiswa 2026, Dua Jalur Dorong Mahasiswa Bertumbuh dan Berdaya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Bagi sebagian mahasiswa, beasiswa bukan hanya soal mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Kesempatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk membangun jejaring, mengenali potensi diri, hingga menemukan arah pengembangan yang ingin ditempuh.

Semangat tersebut dibawa ParagonCorp Scholarship Program (PSP) 2026, yang kembali membuka pendaftaran dengan dua jalur, yakni PSP Excellence dan PSP Elevate. Keduanya dirancang dengan fokus berbeda, namun sama-sama memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dan menciptakan dampak positif.

ParagonCorp menyebut PSP tidak hanya diarahkan sebagai dukungan pendidikan, tetapi juga sebagai ruang belajar, pengembangan diri, kepemimpinan, jejaring, dan pengalaman bagi mahasiswa Indonesia.

Head of CSR ParagonCorp Suci Hendrina mengatakan, program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa berkembang sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan profesional.

“Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi untuk tumbuh, berkarya, dan bermakna. Melalui ParagonCorp Scholarship Program, kami ingin membuka akses pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa agar mereka dapat berkembang, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi perjalanan profesional,” ujarnya.

Pada 2026, PSP Excellence diperuntukkan bagi mahasiswa aktif semester 1 program Sarjana (S1) di perguruan tinggi di Indonesia. Pendaftar perlu memiliki rata-rata nilai rapor SMA minimal 88 atau nilai UTBK SNBT minimal 640, tidak sedang menerima beasiswa lain, serta aktif dalam organisasi, kompetisi, atau kegiatan pengembangan diri.

Program ini juga menyoroti semangat eksplorasi, kolaborasi, kepemimpinan, serta intrapreneurship dan keinginan mahasiswa untuk menghadirkan ide-ide inovatif di dunia profesional.

Sementara PSP Elevate terbuka bagi mahasiswa aktif semester 1 program Diploma maupun Sarjana (D3/D4/S1). Pendaftar perlu memiliki rata-rata nilai rapor SMA minimal 80 atau nilai UTBK SNBT minimal 550, berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk menciptakan dampak positif. Dua jalur tersebut tercermin dari pengalaman penerima PSP sebelumnya yang memiliki latar belakang dan kebutuhan berbeda.

Salah satunya adalah Dania Zahra Ayusti, mahasiswa Universitas Indonesia sekaligus penerima PSP Excellence 2025. Sebelum bergabung dengan PSP, Dania telah mengeksplorasi berbagai bidang, mulai dari akademik, storytelling, kepemimpinan, ekonomi hingga public policy.

Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya menyadari bahwa pengembangan diri tidak selalu harus diukur dari pencapaian. “Aku tidak hanya ingin terus berprestasi, tetapi juga ingin menemukan ekosistem yang bisa membantuku berkembang dan melihat potensiku dari perspektif yang lebih luas,” kata Dania.

Melalui berbagai learning series dalam PSP, Dania mulai memandang proses bertumbuh secara lebih luas. Baginya, berkembang bukan hanya tentang pencapaian yang terlihat, tetapi juga mengenali diri, memperluas perspektif, dan belajar dari pengalaman orang lain.

Pengalaman tersebut kemudian mengubah fokusnya. Ia tidak lagi hanya memikirkan bagaimana menjadi versi terbaik dari dirinya, tetapi juga bagaimana pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan yang diperolehnya dapat membuka akses serta memberikan manfaat bagi orang lain.

“Aku mulai menggeser fokusku, bukan lagi hanya tentang bagaimana menjadi versi terbaik dari diriku sendiri, tetapi juga bagaimana pengalaman, ilmu, dan kesempatan yang aku dapatkan bisa aku gunakan untuk membuka akses dan memberikan dampak bagi orang lain,” ujarnya.

Cerita berbeda datang dari Afryana Marjuki Tresna Putra, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Siliwangi asal Tasikmalaya dan penerima PSP Elevate. Setelah lulus dari SMK Manajemen, Afryana sempat mempertimbangkan untuk langsung bekerja karena kondisi keluarga. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia tetap memilih melanjutkan pendidikan sembari mencari penghasilan tambahan sebagai freelance Wedding Organizer.

Kini, Afryana menjalani kuliah dengan IPK 3,91 dan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri. Bagi Afryana, PSP kemudian menjadi ruang untuk bertemu mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang. Interaksi tersebut membuatnya semakin percaya bahwa kesempatan untuk berkembang tidak semata-mata ditentukan oleh nama perguruan tinggi, tetapi juga keberanian untuk mencoba.

“PSP menjadi wadah yang membuat saya bisa bertemu dengan banyak mahasiswa dari berbagai daerah. Dari situ saya belajar bahwa setiap orang punya pengalaman dan perspektif yang berbeda, dan itu memperluas cara pandang saya,” katanya.

Salah satu pembelajaran yang kemudian ia bawa adalah mengenai career adaptability. Afryana mulai memahami bahwa bertumbuh bukan berarti mengambil semua kesempatan yang datang, melainkan mampu memilih peluang yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Pengalaman itu juga membuatnya lebih berani mengeksplorasi berbagai bidang. Ia memilih mengembangkan diri sebagai seorang generalist, sembari terus mempertimbangkan arah yang ingin dibangun ke depan.

Di luar kegiatan akademik, Afryana turut membagikan pengalaman sebagai penerima beasiswa kepada mahasiswa lain. Ia juga mulai mengeksplorasi gagasan pengelolaan sampah berbasis riset setelah melihat kondisi sungai di sekitar tempat tinggalnya yang dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga.

“Dari PSP saya belajar bahwa kita tidak harus langsung tahu akan menjadi apa. Yang penting adalah terus mencoba, belajar dari pengalaman, dan berani menentukan langkah berikutnya,” ujarnya.

Dua pengalaman tersebut memperlihatkan sisi berbeda dari tujuan PSP. Dania menemukan ruang untuk mengubah orientasi dari pencapaian personal menuju kontribusi, sementara Afryana mendapatkan kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus lebih percaya diri menentukan pilihan.

Bagi ParagonCorp, pengalaman seperti itu menjadi bagian dari tujuan PSP untuk memberikan lebih dari sekadar dukungan finansial. Program ini juga menghadirkan kesempatan bagi penerima untuk mengikuti pengembangan diri, membangun jejaring, memperluas perspektif, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan.

Pada 2026, PSP Excellence dan PSP Elevate kembali dibuka bagi mahasiswa Indonesia. Pendaftaran berlangsung 10 Agustus hingga 10 September 2026, dengan proses seleksi pada September-November dan pengumuman penerima pada November 2026. Tahapan seleksi meliputi administrative screening, assessment, dan interview.

Dengan dua jalur yang memiliki karakteristik berbeda, PSP 2026 tidak hanya menawarkan kesempatan untuk mendapatkan dukungan pendidikan, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menemukan potensi, memperluas pengalaman, dan menentukan bagaimana kesempatan tersebut dapat diteruskan menjadi kontribusi. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *